Rabu, 30 Desember 2009

PEPADHANG TAHUN C

Pepadhang adalah sebuah teks perayaan ekaristi yang memuat, tidak hanya tata perayaan ekaristi, melainkan juga berbagai macam hal yang dimaksudkan untuk memberikan pepadhang (penerangan, jalan terang) bagi yang membacanya. Apabila anda tertarik untuk melihat sembari merenungkan "pepadhang" hidup anda, silahkan klik link-link di bawah ini. semoga dengan membaca, dan merenungkan apa yang termaksud di dalamnya membantu anda untuk semakin dekat dengan Tuhan dan dengan sesama: terlibat-berbagi-berkat.

Pepadhang terbit setiap hari minggu, sesuai dengan bacaan liturgi gereja katolik. Tema yang disampaikan dalam tiap edisi, kurang lebih memuat inti dan penjabaran dari bacaan-bacaan hari minggu yang bersangkutan. silahkan klik di bawah ini:

Selasa, 29 Desember 2009

SURAT GEMBALA TAHUN SYUKUR KAS 2010

Para Ibu dan Bapak, para Suster dan Bruder,
Kaum Muda, remaja dan anak-anak,
Saudari dan saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

1. Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2006-2010 akan diteguhkan dengan syukur pada tahun ini. Dewan Karya Pastoral Keuskupan Agung Semarang mengajak kita semua untuk memasuki tahun 2010 sebagai Tahun Syukur. Ada banyak alasan untuk bersyukur; bebarapa hal yang dapat disebutkan antara lain:
 Syukur atas semangat berbagi yang ditandai dengan Kongres Ekaristi di Gua Maria Kereb-Ambarawa,
 Syukur atas habitus baru yang mulai tampak dalam banyak bidang kehidupan Gereja,
 Syukur atas fokus-fokus pastoral yang mendapat perhatian dari seluruh umat,
 Syukur atas Tahun Imam yang dimanfaatkan oleh para imam untuk mengadakan retret bersama dalam hidup sehari-hari,
 Syukur atas ulang tahun Keuskupan Agung Semarang yang ke-70.

2. Tema yang diambil untuk Tahun Syukur adalah “Terlibat Berbagi Berkat”. Tema ini dilandasi oleh Surat Pertama St. Paulus kepada umat Tesalonika 5:8: “Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus”. Kita ingin mensyukuri habitus baru yang berkembang selama tahun-tahun 2006-2010, khususnya semangat berbagi.
Tahun Syukur diadakan dengan tujuan: pertama, untuk merayakan persekutuan paguyuban-paguyuban umat Allah dalam kehidupan bermasyarakat. Kehidupan paguyuban-paguyuban umat Allah memberikan bentuk nyata semangat berbagi sehingga kehadiran Gereja memiliki daya kesaksian dan daya ubah. Kedua, untuk meneguhkan keterlibatan keluarga-anak-remaja-kaum muda pada pengembangan iman umat. Keterlibatan keluarga-anak-remaja-kaum muda dalam pengembangan iman umat, sungguh menyuburkan militansi iman dan semangat misioner. Ketiga, untuk menyatakan penghargaan yang tulus atas berbagaiusaha inkulturasi iman yang mengakar pada budaya setempat dan panggilan khusus para pelayan Gereja yang tetap dan diharapkan semakin subur.

3. Kita memasuki Tahun Syukur masih diwarnai oleh kegembiraan Natal dan Tahun Baru. Kegembiraan menjadi alasan bagi orang-orang majus dari Timur untuk menyembah Tuhan dan menemukan cara hidup yang baru.

3.1. “Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka” (Mat 2:10). Sukacita orang-orang majus semakin disempurnakan oleh perjumpaan pribadi dengan Yesus dan keluarga kudus. Perjumpaan pribadi bukan hanya menyempurnakan kegembiraan mereka tetapi juga mengubah hidup mereka karena mereka membuka diri. “Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta-harta bendanya....(Mat 2:11). Orang-orang majus dari Timur itu membuka diri dan “turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus” (Ef 3:6). Perjumpaan dengan Allah telah membuat mereka menjadi kaya. Gambaran kekayaan yang melimpah dapat kita temukan dalam Kitab Yesaya yang dibacakan hari ini: “Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu” (Yes 60:5).

3.2. Perubahan nyata yang mereka alami adalah mereka bukan hanya mencari tetapi berani mengambil “jalan lain”. Mereka mengambil inisiatif. Mereka tidak “kembali” kepada Herodes; mereka tidak kembali ke habitus lama tetapi mereka memilih jalan lain; memilih “habitus baru”. Bacaan pertama menegaskan perubahan dari habitus lama ke habitus baru: “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.....bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu” (Yes 60:1.3).

3.3. Tahun Syukur dibuka pada Hari Raya Penampakan Tuhan. Kita didorong untuk menampakkan cara hidup yang baru dalam hidup menggereja dan bermasyarakat: menampakkan Tuhan.

Saudari-saudara terkasih,

4. Saya yakin seluruh umat mendambakan Gereja yang menampakkan Tuhan dalam setiap karya pelayanannya.

4.1. Saya mengajak seluruh umat untuk berdoa bagi makin bermaknanya paguyuban-paguyuban dalam hidup menggereja dan memasyarakat. Salah satu usaha merayakan syukur atas paguyuban-paguyuban umat Allah adalah mewujudkan semangat berbagai dengan tetangga dekat, kanan-kiri rumah kita yang saban hari kita jumpai. Sapaan sederhana sebagai sesama manusia merupakan wujud kesediaan kita untuk berbagi perhatian.

4.2. Kevikepan, paroki, komunitas religius, maupun kelompok-kelompok yang ada di tengah umat tentu akan menyusun program kerja dan prakarsa-prakarsa untuk mengembangkan refleksi dan aksi atas habitus baru sehingga tampaklah Tuhan yang hadir di tengah umat-Nya.

4.3. Yang tidak boleh dilupakan adalah usaha terus-menerus untuk menjaga dan mengembangkan kesuburan panggilan hidup khusus sebagai pelayan Gereja. Keluarga, paguyuban anak-remaja-kaum muda, sekolah-sekolah, Perguruan-perguruan Tinggi katolik sangat diharapkan ikut mendukung tumbuhnya benih-benih panggilan dalam kehidupan orang-orang muda. Kebiasaan kecil seperti doa bersama dalam keluarga dan komunitas kiranya menjadi awal untuk menyadari kehadiran Tuhan sekaligus mengenalkan panggilan.

Saudari-saudaraku yang terkasih,

5. Dalam kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kaish kepada seluruh umat atas doa-doa, perhatian dan dukungan untuk pengembangan paguyuban umat Allah, untuk tumbuh suburnya semangat berbagi, dan untuk para imam, biarawan dan biarawati. Kita memohon rahmat dan kekuatan dari Allah yang mahakasih atas segala rencana dan usaha kita untuk mewujudkan Tahun Syukur. Semoga kehadiran Tuhan semakin ditampakkan dalam karya-karya dan doa kita. Marilah kita saling mendukung dan meneguhkan dalam panggilan dan perutusan hidup kita sebagai murid-murid Kristus.

Walaupun sudah sedikit terlambat, perkenankanlah saya mengucapkan Selamat Tahun Baru. Semoga Tuhan melimpahkan berkat, perlindungan dan damai sejahtera kepada keluarga dan komunitas kita.

Semarang, 2 Januari 2010
Hari Raya Penampakan Tuhan


Pius Riana Prapdi
Administrator Diosesan KAS

Senin, 28 Desember 2009

ULASAN INJIL TAHUN C

Pepadhang berusaha menyajikan ulasan injil yang juga sudah banyak diulas oleh berbagai pihak. Pepadhang hanya berusaha untuk turut serta menyebarluaskan apa yang baik dan berguna bagi kita sekalian, terlebih memberikan pepadhang dan terang bagi hidup rohani kita.

Oleh karena itu, pepadhang akan menampilkan juga ulasan injil masa liturgi tahun C. apabila anda berminat silahkan download link dibawah ini:

1. Minggu Adven I
2. Minggu Adven II
3. Minggu Adven III
4. Minggu Adven IV
5. Pesta Keluarga Kudus
6. HR Penampakan Tuhan
7. HR Pembaptisan Tuhan
8. Minggu Biasa II
9. Minggu Biasa III
10.Minggu Biasa IV
11.Minggu Biasa V
12.Minggu Biasa VI
13.Rabu Abu
14.Minggu Prapaskah I
15.Minggu Prapaskah II
16.Minggu Prapaskah III
17.Minggu Prapaskah IV
18.Minggu Prapaskah V
19.Minggu Palma
20.Kamis Putih
21.Jumat Agung
22.Hari Raya Paskah
23.Minggu Paskah II
24.Minggu Paskah III
25.Minggu Paskah IV
26.Minggu Paskah V
27.Minggu Paskah VI
28.Minggu Paskah VII

INJIL HARI RAYA MARIA BUNDA ALLAH TAHUN C

MARIA SANG THEOTOKOS

Rekan-rekan yang baik!

Hari pertama tahun 2010 ini bertepatan dengan perayaan Santa Perawan Maria Bunda Allah. Di kalangan umat awal sudah dikenal gelar Maria sebagai sang "Theotokos", artinya "yang membuat keilahian lahir" - alih bahasa ini lebih menunjukkan makna ungkapan itu daripada "Bunda Allah", yang dalam bahasa biasa dapat menimbulkan kesan maksudnya ialah "ibunya si Anu" dengan kelanjutan pada debat salah arah mengenai apa benar Allah kok diperanakkan dan sebagainya. Pengakuan bahwa Maria ialah manusia yang membuat keilahian lahir - menjadi nyata - di antara umat manusia ini kemudian resmi diterima dalam Konsili Ekumenis di Efesus th. 431. Dengan demikian Maria memungkinkan umat manusia mengalami keilahian sebagai berkat. Dan berkat ini sumber kekuatan bagi usaha orang-orang yang berkehendak baik untuk mewujudkan kedamaian. Bacaan pertama pada perayaan ini, Bil 6:22-27, mengantar kita masuk ke dalam tahun berkat, tahun wajah Tuhan bersinar memandangi kita, tahun damai! Injilnya, Luk 2:16-21, sudah sebagian besar diulas bagi Injil Misa Fajar Hari Natal yang lalu, yakni Luk 2:15-20. Awal tahun ini juga bertepatan dengan Hari Perdamaian Sedunia.

MARIA DAN KITA

Manusia tidak dibiarkan sendirian. Ada Imanuel - "Tuhan beserta kita". Dan Maria sang Theotokos "yang membuat keilahian lahir" itu menjadi saksi bahwa memang benar demikian. Kepada seorang gadis di Nazaret dulu disampaikan ajakan untuk ikut serta mewujudkan berkat bagi umat manusia. Ajakan yang sama kini masih ditawarkan bagi semua orang yang berkemauan baik. Dulu Maria serta-merta menyahut "terjadilah perkataan-Mu" kepada Gabriel. Untung tawaran bukannya datang kepada kita dibawakan oleh malaikat yang menuntut jawaban saat itu juga. Ada dua belas bulan ke depan untuk mengemasnya. Waktu yang biasanya di pihak lawan kita kini bisa menjadi berkat.

Dalam Luk 2:21 yang ikut dibacakan dalam Injil bagi hari ini disebutkan bahwa setelah genap 8 hari, bayi itu akan disunatkan dan demikian ditandai secara resmi sebagai anggota umat Tuhan. Juga hari itu hari menyatakan secara resmi namanya, yakni Yesus. Nama ini sendiri menandaskan bahwa Tuhan itu pemberi keselamatan. Ayat ini juga sekali lagi mengingatkan pembaca bahwa nama itu telah disampaikan malaikat ketika mengunjungi Maria (Luk 1:31) sebelum ia mengandung. Demikian pembaca yang mendalami makna bacaan ini akan mulai menyadari bahwa Tuhan Penyelamat membiarkan diri dibesarkan oleh manusia agar makin dikenali. Merayakan keibuan Maria dalam pengertian itu sebenarnya bukan hanya menghormati pribadinya belaka, melainkan merayakan keberanian Tuhan membiarkan diri dikenal oleh manusia, semampu kita. Itulah berkat yang tersedia bagi kemanusiaan.

TIGA PASANG BERKAT

Petikan dari Kitab Bilangan ini menampilkan rumus berkat yang difirmankan Tuhan kepada Musa untuk disampaikan kepada para imam keturunan Harun. (Menurut Kel 28:1-43; terutama ay. 41, Harun dan keturunannya diresmikan sebagai pemegang jabatan imam.) Kata-kata berkat itu sendiri termaktub dalam Bil 6:24-26. Seperti dijanjikan Tuhan, bila kata-kata itu diucapkan, Dia sendirilah yang akan memberkati. Masing-masing ayat 22-26 itu terdiri dari dua bagian yang saling menjelaskan (ay. 24: memberkati - menjagai; ay. 25: menyinarkan wajah - menyayangi; ay. 26: memandangi - menaruh kedamaian). Selain itu, seluruh rumus berkat diungkapkan dalam tiga ucapan berkat. Pengulangan tiga kali, entah dari segi bunyi ("kudus, kudus, kuduslah Tuhan" [Yes 6:3]), entah dari segi makna (seperti di sini) mengundang sikap hormat dan khidmat akan kehadiran Yang Ilahi dalam keagungannya (Bandingkan dengan ulasan mengenai silsilah Yesus [Mat 1:1-17] yang terdiri dari 3 kali 2 kali 7 keturunan dalam uraian bagi Injil Misa Vespertina Natal).

"SEMOGA TUHAN MEMBERKATIMU DAN MENJAGAIMU"

"Memberkati" dan "menjagai". Ungkapan kedua menegaskan yang pertama. Jadi memberkati berarti menjagai, melindungi dari kekuatan-kekuatan jahat. Lawan memberkati ialah mengutuk dan kutukan terbesar ialah membiarkan orang menjadi mangsa daya-daya maut. Dalam kesadaran orang dulu, kekuatan-kekuatan jahat tak perlu didatangkan atau diguna-gunakan. Daya-daya hitam itu sudah ada di sekeliling dan selalu mengancam. Namun demikian, mereka tak bisa menembus garis lingkaran berkat yang ditoreh oleh Tuhan dengan sabda-Nya. Dalam arti ini, kawasan berkat ialah ruang hidup bagi ciptaan, bagi kita. Tak mungkin ada yang bisa hidup di luar ruang itu. Ada cerita menarik. Seorang ahli tenung digdaya dari Aram, Balaam namanya, didatangkan oleh Balak, raja Moab, untuk menyihir kalang-kabut orang-orang Israel yang berjalan lewat di situ (lihat Bil 22-24). Namun demikian, Balaam menyadari bahwa ilmu tenungnya tak berguna karena Tuhan tidak membiarkan orang Israel berjalan di luar ber­kat-Nya (Bil 23:8-9). Tuhan memberkati mereka dan Balaam mengakui tidak mampu membalikkannya (Bil 23:20). Malahan Balaam akhirnya ikut memberkati (Bil 24:1-9) dan bahkan sampai tiga kali (Bil 24:10)!

Kita merayakan Tahun Baru dan mengharapkan berkat Tuhan. Apa yang bisa kita harapkan? Kita mohon agar Ia melindungi kita dari kekuatan-kekuatan jahat yang akan kita jumpai dalam perjalanan 12 bulan mendatang ini. Kita minta ruang hidup yang leluasa. Yang biasa menjalankan kekuatan-kekuatan jahat akan menjadi seperti dukun tenung Balaam: tidak lagi berbahaya. Malah kekuatannya akan beralih menjadi berkat. Ini kehebatan Tuhan yang menjagai orang-orang-Nya. Ia tak perlu memusnahkan lawan-lawan. Akan ada rekonsiliasi - rujuk kembali - dan mereka malah akan mengiringi perjalanan dalam waktu.

"SEMOGA TUHAN MENYINARKAN WAJAHNYA KEPADAMU DAN MENYAYANGIMU"

Dalam ayat 25 ini, "menyinarkan wajah" dijelaskan sebagai "menyayangi". Orang Perjanjian Lama yang memikirkan wajah Tuhan yang bersinar kepadanya juga ingat lawan katanya, yakni wajah yang garang. Namun demikian, wajah garang tidak dipakai untuk menggambarkan Tuhan, sekalipun Ia sedang marah. Ungkapan ber-"wajah garang" biasa dikenakan kepada penguasa yang lalim, kepada para musuh, kepada sisi gelap kemanusiaan. Wajah garang membuat orang jeri tapi sebenarnya tidak bersimaharajalela terus-menerus. Waktunya sudah bisa dihitung. Ini jelas misalnya dalam penglihatan yang diperoleh Daniel, lihat Dan 8:23 dst.

Satu hal lagi dapat dicamkan. Manusia bisa juga bersinar wajahnya, mirip Tuhan, namun ia juga bisa berwajah garang. Hidup manusia itu kancah perbenturan antara terangnya wajah Tuhan dengan garangnya daya-daya jahat. Ini perkara teologis yang siang malam mengusik benak orang-orang pandai dalam Perjanjian Lama. Kohelet, sang Pengkhotbah, memecahkannya dengan pertolongan hikmat. Dalam Pkh 8:1, dikatakannya bahwa hikmat kebijaksanaan membuat wajah orang menjadi bersinar dan mengubah kegarangan wajahnya. Teologi kebijaksanaan ini menjelaskan berkat dalam Bil 6:25 tadi. Dengan hikmat kebijaksanaan, orang dapat mencerminkan Tuhan, menghadirkan Dia yang sayang akan orang-orang-Nya. Juga dalam merayakan Tahun Baru kita boleh minta agar Tuhan menyinarkan wajah-Nya kepada kita semua. Saat ini juga kita dapat memohon hikmat kebijaksanaan yang membuat kita dapat menghadirkan terang wajahnya di muka bumi, di dalam kurun waktu, di dalam kehidupan kita, agar yang garang-garang itu berubah menjadi terang. Dunia ini telah menerima terang kehadiran Tuhan, jangan kita pikir kegarangan bisa mengelabukannya.

"SEMOGA TUHAN MEMANDANGIMU DAN MENARUH KEDAMAIAN PADAMU"

Dalam ayat 26, "mengangkat wajah bagimu" yang artinya memperlakukan secara istimewa karena berharga ditegaskan lebih lanjut dalam bagian kedua sebagai "menaruh kedamaian". Dalam alam pikiran Perjanjian Lama, tiadanya syalom, kedamaian, dialami sebagai kegelisahan yang menyesakkan dan yang akhirnya bisa mematikan. Memang tak bisa begitu saja kedamaian diiming-imingkan (Menurut Nabi Yeremia, orang yang latah bernubuat tentang damai tanpa isi sebetulnya nabi palsu; Yer 6:14; 8:11; 28:9). Perjanjian Lama melihat kedamaian sebagai buah dari tsedaqah, yakni kesetimpalan antara kenyataan dan yang disabdakan Tuhan. Wujudnya ada macam-macam, yang terutama ialah "adil" (tsadiq), "benar/lurus" (yasyar), "tak bercela" (tam), "bijaksana" (khakam). Tiap wujud itu tak terbatas pada urusan orang-perorangan, tetapi menyangkut hidup bersama juga. Keadaan yang paling mencekik kehidupan bukanlah peperangan atau paceklik, melainkan tiadanya "kesetimpalan" dalam pelbagai wujudnya tadi. Keselamatan terjadi bukan dengan meneriakkan syalom syalom seperti nabi palsu, melainkan dengan menjadikan tsedaqah sebuah kenyataan sehingga manusia dan jagat semakin setimpal kembali dengan yang dikehendaki Tuhan. Dalam Perjanjian Baru, terutama Paulus, gagasan tsedaqah (Yunaninya "dikaiosyne") muncul kembali untuk menerangkan keselamatan sebagai karya penebusan Kristus yang "meluruskan kembali" (Yunaninya "dikaioun", Latinnya "iustificare") manusia dan jagat sehingga rujuk kembali dengan Tuhan. Maksudnya, dalam Kristus manusia dan jagat memperoleh kembali keadaannya semula yang tidak perot, yang tidak mengerikan, yang tidak menggelar kekerasan. Bila ini terlaksana, barulah orang bisa berbicara mengenai syalom, kedamaian. Ucapan berkat dalam Bil 6:26 "menaruh kedamaian" mengandaikan manusia bisa apik kembali, bisa lurus dan tak bercela, setimpal dengan yang dimaksud Tuhan. Bagaimana? Bila manusia dan jagat dipandangi terus-menerus oleh Tuhan seperti terungkap dalam bagian pertama ayat itu. Inilah yang bisa kita minta untuk tahun mendatang ini. Wajah kemanusiaan dan jagat ini akhir-akhir ini penyok sana sini, perot, timpang. Kita minta agar Tuhan memandangi itu semua. Kita tanya Dia, tahankah Kau memandang ini semua? Katanya sayang manusia. Sekarang pandangilah! Angkat wajah-Mu, jangan sembunyikan! Luruskan kembali keapikan ciptaanmu! Tak usah sungkan bilang begitu kepada-Nya.

Teriring salam tahun baru!
A. Gianto

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN TAHUN C

Rekan-rekan yang baik!

Injil bagi Hari Raya Penampakan Tuhan - Epifania - ini (Mat 2:1-12) mengisahkan kedatangan orang-orang bijak dari jauh untuk menyatakan penghormatan mereka kepada raja yang baru dilahirkan. Siapakah mereka ini? Di wilayah Babilonia dan Persia dulu, sekarang Irak & Iran utara, ada orang-orang bijak yang mahir dalam ilmu perbintangan. Mereka biasanya juga berperan sebagai ulama agama setempat. Matius menyebut mereka sebagai "orang-orang majus". Dalam kisah ini mereka mewakili orang-orang bukan Yahudi yang datang dari jauh untuk menghormati dia yang lahir di Betlehem yang bakal menjadi pemimpin umat manusia. Kebijaksanaan para majus ini membawa mereka ke sana. Para ulama Yahudi sendiri sebenarnya juga mengetahuinya lewat nubuat Nabi Mikha (Mat 2:6, kutipan dari Mikha 5:1).

KAUM BIJAK - KEMANUSIAAN YANG UNIVERSAL

TANYA: Cerita mengenai orang majus ini menarik. Bisakah dikatakan bahwa Tuhan berbicara kepada umat manusia tidak hanya lewat wahyu Alkitab saja? Seperti di sini, lewat kebijaksanaan manusiawi juga?
JAWAB: Ya! Memang itulah yang diungkapkan Matius dengan kisah ini. Ia menunjukkan bagaimana kebijaksanaan dapat juga menuntun orang mengenali kehadiran Tuhan.
TANYA: Bila luas pandangan Matius!
JAWAB: Itu yang mesti kita cari bila menyimak Injil. Warta Gembira kan ditawarkan bagi semua orang.
TANYA: Lho bukan hanya bagi Umat Terpilih dulu?
JAWAB: Ehm, malah sebaiknya dikatakan bahwa dengan kisah ini Matius bermaksud menunjukkan bahwa Tuhan berbicara kepada umat-Nya lewat orang-orang bukan dari kalangan itu sendiri!
TANYA. Bagaimana penjelasannya? Tak biasa dikatakan begitu, bagaimana penjelasannya?
JAWAB. Coba simak, orang-orang di Yerusalem mendengar tentang kelahiran Yesus justru dari orang-orang bijak itu. Setelah itu barulah mereka mulai sibuk mencari dalam khazanah teks keramat mereka sendiri. Matius mau membangunkan orang sekaumnya yang kurang mendalami tradisi keramat mereka sendiri.

BACAAN PERTAMA DAN KEDUA: Yes 60:1-6; Ef. 3:2-3a.5-6

TANYA: Wah, keberanian berpikir seperti Matius itu langka, juga pada zaman ini. Orang biasanya merasa aman dengan apa-apa yang sudah biasa, yang dapat diperhitungkan. Akan tetapi jalan Tuhan tidak terbatas. Apakah Matius juga bermaksud agar orang-orang Yahudi sadar bahwa mereka bukan satu-satunya umat yang diperhatikan Tuhan?
JAWAB: Beberapa bagian dalam Perjanjian Lama sebenarnya sudah mengatakan hal ini walaupun caranya agak berbeda. Misalnya, Yes 60:1-6 (bacaan pertama pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini) menegaskan bahwa bangsa-bangsa bukan Yahudi akan berduyun-duyun ke Sion, yakni tempat Tuhan bertakhta, tempat Ia menyinarkan terang-Nya (terutama ay. 3). Maksudnya, kini Tuhan bukan hanya bagi orang Yahudi.
TANYA: Jadi juga cocok dengan yang diutarakan dalam bacaan kedua (Ef 3:6), yaitu berkat "Injil" orang-orang bukan Yahudi dapat turut menikmati janji Tuhan yang kini diberikan dalam ujud manusia, yaitu Yesus.
JAWAB: Benar. Dalam surat Efesus itu "Injil" ialah Kabar Gembira yang sama bagi semua orang, berarti juga bagi orang bukan Yahudi dan orang-orang yang bukan termasuk umat Perjanjian Lama.

PERSEMBAHAN

TANYA: Sering kita dengar mengenai "Tiga Raja", Gaspar, Baltasar, dan Melkhior. Tapi dalam Injil Matius ini jumlah serta nama-nama mereka kok juga tidak disebutkan? Juga tidak dikatakan mereka itu raja.
JAWAB: Memang Matius hanya menyebut "orang-orang majus dari Timur" dan tiga macam persembahan, yakni "emas, dupa, dan mur". Tiga persembahan itu kemudian menumbuhkan gagasan adanya tiga orang. Bahwasanya mereka kemudian dianggap raja boleh jadi didasarkan pada tradisi umat Yahudi sendiri seperti ada dalam Mzm 72:10 ("Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan; kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba membawa upeti"). Nama-nama Gaspar, Baltasar, dan Melkhior itu dikenal di wilayah kekaisaran Romawi sebelah Barat. Di wilayah lain nama mereka berlainan, juga jumlah mereka berbeda-beda, dari dua hingga dua belas orang.
TANYA: Bisakah diterangkan sedikit mengenai persembahan yang dibawa para majus itu?
JAWAB: Matius boleh jadi teringat akan Yes 60:6 ("... mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan"). Dalam tradisi Gereja awal, emas dihubungkan dengan kedudukan mulia Yesus sebagai raja, dupa dengan martabat ilahinya, dan mur dengan wafatnya sebagai manusia nanti. (Mur dipakai dalam merawat jenazah sebelum dikuburkan).
TANYA: Apa ada makna yang lebih dalam?
JAWAB: Persembahan itu menandai terjalinnya hubungan antara orang-orang yang bukan dari kalangan Yahudi dengan pemimpin umat Tuhan yang baru lahir ini. Iman dan berkatnya mengatasi ikatan-ikatan bangsa dan kedaerahan.

BERSUKA CITA

TANYA: Dapatkah dijelaskan perihal bintang yang dilihat para majus (Mat 2:2) dan yang berhenti di tempat Yesus lahir (Mat 2:9)?
JAWAB: Pembaca akan teringat pada bintang yang disebutkan dalam Bil 24:17. Balaam, seorang ahli nujum bangsa Aram, menubuatkan bahwa sebuah bintang akan muncul dari keturunan Yakub. Selain itu, di kalangan Yahudi ada juga nubuat mengenai kelahiran seorang pemimpin di Betlehem, seperti terdengar dalam Mikha 5:1 dst. yang bahkan dikutip dalam Mat 2:6. Matius menerapkan kedua nubuat tadi pada kelahiran Yesus.
TANYA: Masih mengenai bintang. Setelah mereka berangkat dari tempat Herodes, para majus tadi melihat kembali bintang yang mereka lihat di Timur. Dan dikatakan bahwa mereka "sangat bersuka cita" (Mat 2:10). Bagaimana penjelasannya?
JAWAB: Mereka mengikuti petunjuk yang diungkapkan para ulama Yerusalem kepada Herodes mengenai raja yang baru lahir itu. Herodes kemudian meminta para majus agar mencarinya di Betlehem. Isyarat bintang yang mereka lihat di Timur cocok dengan pemahaman para ulama di negeri yang mereka datangi. Mereka bersuka cita karena mendapatkan jalan yang benar-benar akan membawa mereka kepada dia yang mereka cari.

CARA TUHAN BERBICARA

Dalam Injil Lukas, orang-orang pertama yang menyadari makna peristiwa kelahiran Yesus ialah para gembala (Injil Misa Fajar hari Natal.) Dalam Injil Matius, peran yang sama dijalankan orang-orang majus tadi. Baik para gembala maupun orang-orang majus mendapat bimbingan langsung dari langit tetapi dengan "bahasa" yang sesuai dengan cara berpikir masing-masing. Kepada para gembala, Tuhan berbicara lewat penampakan malaikat dan bala tentara surgawi. Kepada para ulama yang ahli ilmu pengetahuan itu, Ia berbicara lewat isyarat bintang dan pemikiran. Ia bahkan dapat berbicara kepada mereka lewat orang yang memiliki niat yang kurang lurus seperti Herodes yang meminta mereka agar ke Betlehem.

Baik para gembala maupun orang-orang majus itu sama-sama mencari dia yang baru lahir. Mereka membuat orang-orang yang mereka jumpai tidak dapat tinggal diam. Menurut Luk 2:18, orang-orang pada "keheranan" ketika mendengar para gembala bercerita mengenai kata-kata malaikat mengenai anak yang baru lahir itu. Dalam Mat 2:3, dikisahkan bahwa Herodes dan seluruh isi Yerusalem "terkejut" ketika mendengar kata-kata para majus. Ironisnya, mereka yang heran dan yang terkejut itu adalah orang-orang yang sebenarnya sudah berada di dekat dengan dia yang baru lahir. Dalam Injil Lukas, mereka itu sudah ada di tempat Maria baru saja melahirkan. Ahli-ahli Taurat di Yerusalem dan Herodes yang disebut Matius sudah dekat dengan kelahiran Yesus lewat kitab-kitab keramat mereka. Namun mereka tidak menginsafi apa yang sedang terjadi di dekat mereka.

Seperti jelas dari Mat 2:5, para ulama di Yerusalem itu sebenarnya juga dapat mengetahui peristiwa itu. Tetapi mereka tidak memahami maknanya. Juga di antara orang-orang yang mendengar kata-kata para gembala, hanyalah Maria sajalah yang berusaha mengerti. Disebutkan dalam Luk 2:18 bahwa Maria "menyimpan semua perkataan itu dalam hatinya dan memikir-mikirkannya." Artinya, ia bersikap mau memahami misteri yang ada dalam kehidupannya. Orang-orang lain tetap terheran-heran saja.

Nanti para majus diperingatkan "dalam mimpi" supaya jangan kembali ke Herodes. Para majus ini kini sudah akrab dengan isyarat-isyarat dari atas. Mereka kini sudah berada di pihak raja yang baru lahir. Karena itu mereka juga menyadari muslihat Herodes yang ingin melacak di mana persisnya tokoh yang dianggapnya bakal menjadi saingannya itu. Kebijaksanaan kini menuntun para majus kembali ke negeri mereka. Mereka pulang membawa kegembiraan yang akan mereka bagikan kepada orang-orang lain. Bagaimana dengan mereka yang ada di Yerusalem, yaitu Herodes dan orang-orang seperti dia? Mereka akan tetap "terkejut" dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka kehilangan kepekaan akan cara-cara Tuhan berbicara kepada manusia, malah menganggapnya sebagai ancaman!

IKUT MENIKMATI

Pada perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan kita mensyukuri saat-saat Dia membiarkan diri terlihat oleh orang-orang yang tidak atau belum melihat-Nya. Dalam Mat 2:11, dikatakan bahwa para majus melihat Yesus bersama Maria dan baru setelah itu mereka menyembahnya. Dia yang ilahi itu membiarkan diri dipandangi oleh orang yang tidak biasa melihatnya. Dan bukan hanya dalam panganan belaka melainkan ada bersama dengan manusia lain, bersama dengan dia yang melahirkannya. Para majus bersuka cita karena dapat melihat Tuhan sungguh ada di dalam kehidupan manusia. Dan sukacita seperti ini boleh juga ikut kita nikmati.

Salam hangat,
A. Gianto

Minggu, 27 Desember 2009

Santa Perawan Maria Bunda Allah

Pada tanggal 1 Januari Gereja Katolik tidak hanya sekedar merayakan Tahun Baru. Kita juga merayakan Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah.

Sebagian orang Kristen tidak dapat percaya bahwa seseorang yang dilahirkan di waktu yang silam dapat menjadi "bunda" dari Allah yang kekal. Mereka berpendapat bahwa Bunda Maria adalah Bunda Yesus, yaitu Yesus sebagai manusia, tetapi bukan bunda Yesus sebagai Allah. Muncul masalah dari pernyataan mereka itu, yaitu tampaknya mereka membagi Yesus menjadi dua: Yesus yang Manusia dan Yesus yang Allah. Malahan sebagian orang beranggapan bahwa Yesus adalah manusia yang "dirasuki oleh Allah."

Gereja Katolik selalu percaya bahwa Bunda Maria adalah sungguh-sungguh Bunda Allah. Karena itu, kita harus memperjuangkan dogma (dogma : ajaran resmi Gereja yang dinyatakan secara meriah dengan kekuasaan Bapa Paus) ini lebih dari sekali. Sekitar abad ke-4 dan ke-5 terjadi suatu debat yang amat seru. Hampir semua uskup dari seluruh dunia berkumpul bersama di sebuah kota besar di pesisir barat Turki. Nama kota itu adalah "Efesus". Akhirnya, pada tahun 431 para uskup itu sependapat bahwa tidak ada yang perlu diragukan lagi. Mereka membuat pernyataan resmi bahwa Santa Perawan Maria adalah Theotokos (bahasa Yunani) dan Mater Dei (bahasa Latin), keduanya berarti "Bunda Allah".

Jadi bagaimana mungkin Bunda Maria menjadi Bunda Allah jika Allah telah ada sebelum Maria ada? Kalian dapat mengatakan bahwa Maria adalah pintu masuk bagi Tuhan untuk memasuki dimensi Ruang dan Waktu. Yesus memiliki dua sifat. Yesus sekaligus adalah Allah dan Manusia. Bunda Maria adalah Bunda dari Manusia yang adalah Allah. Sama seperti sanaknya, Elizabeth, yang adalah bunda dari orang yang menjadi Pembaptis.

sumber : P. Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com
“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”


MUSIK LITURGI

Dalam melaksanakan Liturgi, yaitu upacara dimana umat beriman berhimpun bersama untuk melaksanakan ibadat, kita membutuhkan dukungan nyanyian. Dengan nyanyian kita dapat lebih mengungkapkan iman dan penghayatan. Kita membutuhkan nyanyian yang membangkitan gairah dan memperdalam sikap.

Dengan nyanyian kita dapat mendobrak pada saat-saat membosankan dan kita dapat bertepuk tangan pada sat-saat gembira. Semua itu menuntut suara berlagu yang dapat lebih keras atau lebih lembut: lebih tinggi atau lebih rendah, lebih cepat atau lebih lambat dari pada bicara sehari-hari.

Kebutuhan akan adanya nyanyian itulah yang akan kita ungkapkan dalam musik liturgi. Kita bernyanyi karena kita mau mengungkapkan iman dan kehidupan. Dalam bernyanyi kita dapat bersuka-cita, dapat bersedih, dapat merenung dan dapat berharap. Maka nyanyian yang harus kita ciptakan dalam musik liturgi adalah nyanyian yang mengungkapkan doa dan harapan kita.

Berdasarkan pengalaman kita semua tahu bahwa musik mempunyai jiwa dan kekuatan. Kalau kita sedang lesu dapat bangkit karena mendengar suara musik atau sebaliknya, kita malah menangis. Kita bisa meneteskan air mata karena mendengar suara musik yang begitu menyentuh dlsb. Seorang penari bergerak cepat dan lincah kalau musiknya cepat, sebaliknya penari tadi bergerak lambat dan pelan jika musiknya lambat dan tenang, dan masih ada banyak contoh yang lain.

Demikianlah musik mempunyai kekuatan yang luar biasa bahkan kita dapat menyimpulkan bahwa musik merupakan bagian hidup manusia pada umumnya. Maka sejak semula Gereja tidak pernah melepaskan diri dari musik.

Akhirnya, untuk berbicara tentang “Bagaimana memilih lagu”, marilah kita terlebih dulu bicara tentang MUSIK LITURGI


I. APAKAH MUSIK LITURGI ITU?

1. Musik yang digubah untuk perayaan liturgi suci
2. Dari segi bentuknya memiliki suatu bobot kudus tertentu
3. Katagori: Gregorian, polifoni suci, musik liturgi untuk organ atau alat musik lain yang sah.

II. CIRI-CIRI KHAS MUSIK LITURGI SEJATI

1. Syair diambil dari Kitab Suci dan selaras dengan ajaran ajaran Katolik
2. Ada peluang untuk partisipasi aktif bagi jemaat
3. Bisa untuk Paduan Suara besar atau kelompok koor kecil

III. TUJUAN DAN FUNGSI MUSIK LITURGI

Tujuan Musik Liturgi yakni untuk memuliakan Allah dan menguduskan kaum beriman. Musik Liturgi menjadi semakin suci jika semakin erat hubungannya dengan upacara ibadat a.l :

1. Mengungkapkan doa-doa secara lebih menarik (decoratif)
2. Kesatuan umat beriman dapat dicapai secara lebih mendalam berkat perpaduan suara (unitatif)
3. Seluruh perayaan mempralambangkan secara lebih jelas liturgi surgawi yang dilaksanakan di kota suci Yerusalem baru (eskatologis)

IV. MUTU MUSIK LITURGI

1. Memperhitungkan kemampuan mereka yang akan menyanyikan lagu-lagu tersebut
2. Sesuai dengan fungsi dan jiwa perayaan liturgi itu sendiri
3. Selaras dengan hakekat masing-masing bagian dan tidak menghalangi partisipasi aktif dari umat.

V. PERAN MUSIK DAN NYANYIAN DALAM LITURGI

Peran musik dalam liturgi sangat luas, maka kita mengambil Perayaan Ekaristi yang merupakan sumber dan puncak seluruh hidup kristiani. Sementara itu Perayaan Ekaristi juga merupakan tingkatan tetinggi dan puncak dari seluruh perayaan liturgi gereja.

VI. JENIS-JENIS NYANYIAN DALAM PERAYAAN EKARISTI

1. Aklamasi
seruan atau pekik sukacita seluruh jemaat sebagai tanggapan atas sabda dan karya Allah:
a. Bait Pengantar Injil
b. Sanctus (Kudus) + Prefasi oleh Imam
c. Aklamasi Anamnese (+ seruan /ajakan Imam)
d. Amin Meriah (+ doksologi DSA oleh Imam )
e. Doksologi “Bapa Kami” ( Doa Tuhan)

2. Nyanyian Perarakan
Berkaitan dengan “menyambut”simbol kehadiran Kristus, meningkatkan kesadaran akan persekutuan, ada antiphon khusus dalam Misale Romawi.
a. Perarakan masuk
b. Perarakan Komuni

3. Mazmur Tanggapan
Menanggapi sabda Allah selaras dengan thema bacaan Misa.

4. Nyanyian “Ordinarium”
Pilihan bebas, kadang boleh diucapkan saja.
a. Kyrie (Tuhan Kasihanilah Kami)
b. Gloria (Kemuliaan)
c. Doa Tuhan “Bapa Kami” (+ ajakan dan embolisme Imam serta doksologi Jemaat atau + tanpa embolisme)
d. Agnus Dei (Anak Domba Allah): Pemecahan Roti
e. Credo (Aku Percaya)

5 . Nyanyian Tambahan
Tanpa tuntutan teks / ritus khusus (boleh koor saja)
a. Persiapan Persembahan
b. Madah / Doa Syukur sesudah komuni
c. Penutup / Perarakan keluar
d. Litani

VII. PERAN MUSIK DAN NYANYIAN DALAM PERAYAAN EKARISTI

Peran Lagu Pembukaan
1. Menghantar umat masuk ke dalam suasana misteri iman yang dirayakan pada liturgi tersebut
2. Membina kesatuan umat
3. Membuka Perayaan Ekaristi
4. Mengiringi berjalannya imam beserta pembantu-pembantunya

Peran Lagu Persembahan
1. Mengiringi perarakan bahan persembahan roti dan anggur
2. Membina kesatuan umat dan menghantar umat masuk ke dalam misteri Ekaristi Suci yang sedang disiapkan
Pada persiapan persembahan, pengiring dapat memainkan instrumen secara lembut, untuk menciptakan suasana hening. Keterangan: nyanyian persembahan hendaknya berlangsung sekurang-kurangnya sampai bahan persembahan diletakkan di atas altar.

Peran Lagu Komuni
1. Berfungsi meneguhkan persaudaraan, mempersatukan umat lahir dan batin sebagai tubuh Kristus
2. Membina suasana doa bagi umat yang baru berjumpa dengan Tuhan secara sakramental dalam komuni
3. Sederhana dan tidak menuntut banyak energi
4. Menjadi ungkapan kegembiraan dalam persatuan dengan Kristus dan pemenuhan misteri yang baru dirayakan
5. Pilihan lagu-lagu itu disesuaikan dengan masa liturgi
Lagu-lagu tersebut dapat dinyanyikan untuk mengiringi prosesi komuni

VIII. BAPA KAMI

Kalau doa ini dinyanyikan dalam bahasa Latin, hendaknya dipakai lagu yang sudah disahkan; tetapi kalau dinyanyikan dalam bahasa pribumi, gubahan tersebut haruslah disahkan oleh pimpinan gereja setempat yang berwewenang. Prinsipnya, lagu doa Bapa Kami yang boleh digunakan dalam liturgi ialah:
1. Isi syair sesuai dengan teks resmi doa Bapa Kami
2. Melodi sesuai dengan jiwa liturgi Gereja
Kalau ada lagu doa Bapa Kami ciptaan sendiri, dengan lagu populer dan kurang religius dan menghilangkan beberapa pernyataan dari teks Injil kita, lagu tersebut jangan digunakan untuk liturgi.

IX. SALAM DAMAI

Bagian ini bukan keharusan, tetapi jika lagu salam damai antar umat akan dinyanyikan, koor dapat mengajak umat untuk menyanyikan salam damai. Hendaknya salam damai dinyanyikan dalam suasana gembira, spontan ramah dan hormat. Situasi akan dirasa aneh, jika kita saling menyampaikan salam damai dalam suasana tegang, atau sedih atau cemberut. Maka Dirigen hendaknya mengajak umat dengan semangat dan dengan wajah gembira.

Peran Lagu Penutup

Lagu penutup ini tidak memiliki peran resmi untuk perayaan Ekaristi, meskipun demikian para petugas musik bebas merencanakan lagu penutup yang meriah. Maka peran nyanyian penutup adalah:
1. Menutup Perayaan Ekaristi
2. Memberi gairah dan semangat kepada umat agar mereka pergi menjalankan perutusan untuk mewartakan damai dan kebaikan Tuhan dengan gembira.
3. Mengiringi perarakan imam dan para petugas liturgi memasuki sakristi.


KESIMPULAN

BAGAIMANA CARA MEMILIH NYANYIAN LITURGI
Beberapa prinsip dalam memilih nyanyian liturgi

1. Nyanyian yang dipilih hendaknya sesuai dengan peran nyanyian itu. Apakah untuk pembukaan, untuk persembahan ataukah untuk lagu komuni. Masing-masing mempunyai karakternya sendiri.

2. Nyanyian hendaknya sesuai dengan masa dan tema liturgi (Adven, Natal, Paskah, Prapaskah, Pantekosta atau tema Pertobatan, Panggilan dlsb).

3. Nyanyian hendaknya mengungkapkan iman akan misteri Kristus. Apakah lagu itu membawa umat pada pengalaman iman akan Kristus dan kepada perjumpaan dengan Kristus. Bahwa Kristus hadir dalam liturgi harus terungkap dalam nyanyian liturgi itu. Itulah sebabnya isi syair dan melodi nyanyian liturgi harus benar-benar sesuai dengan citarasa umat dan dapat diterima oleh umat sebagai nyanyian liturgi.

4. Nyanyian liturgi melayani seluruh umat beriman Nyanyian liturgi merupakan bagian penting dari liturgi. Berhubung liturgi sendiri merupakan perayaan bersama, maka nyanyian itu harus melayani kebutuhan semua umat beriman yang sedang berliturgi. Yang harus dihindari adalah memilih lagu yang hanya berdasarkan selera pribadi atau kelompok. Kriteria lagu terletak pada apa yang dapat menjawab harapan dan kebutuhan umat agar perayaan liturgi sungguh menjadi perayaan bersama.

5. Pilihan nyanyian liturgi perlu memperhatikan pertimbangan pastoral dan praktis. Setiap nyanyian mempunyai peranan masing-masing, namun tidak berarti bahwa semuanya harus dinyanyikan, meskipun itu Perayaan Ekaristi meriah. Apabila semua lagu dinyanyikan, Perayaan Ekaristi menjadi terlalu lama. Ini disebut pertimbangan praktis.


Bibliography:
1. Liturgi yang anggun dan menawan karangan Gabe Huck
2. Nyanyian Liturgi karangan E Martasudjita Pr
3. Music in Catholic Worship
4. Musik Liturgi karangan CM Suryanugroho OSC

FREE DOWNLOAD NYANYIAN GREGORIAN

Nama gregorian mengingatkan gereja akan uskup Gregorius Agung dari Roma abad ke-6, walaupun bukan ia yang menciptakan nyanyian gregorian. Ia mempunyai andil besar dalam menetapkan nyanyian gereja sebagai nyanyian liturgi yang agung. Tetapi nyanyiannya berkembang antara abad ke-6 dan ke-9, setelah ia mangkat. Terutama dalam surat kepada Abas Honoratus dari Paus Leo IV (847-855) muncul istilah carmen gregorianum, nyanyian gregorian.

Walaupun syair dalam gregorian lebih dipentingkan daripada melodi atau lagu, tetapi melodi gregorian pun penting dan bernilai seni tinggi. Syair gregorian berasal dari Alkitab dengan struktur puisi Ibrani. Sedangkan lagu gregorian berakar pada tradisi Yahudi dan digunakan oleh jemaat mula-mula.Keduanya: syair dan lagu dalam gregorian, menjadi satu kesatuan.

Nyanyian gregorian dikenal dengan istilah plainsong, yakni bertutur dengan cara melantunkan atau meruminasikan tanpa iringan alat musik. Berbicara dengan cara bernyanyi. Garis bar, birama, dan metronom tidak terlalu dipentingkan. Aksentuasi dilakukan sesuai dengan aksentuasi bahasa Latin.
Sebuah contoh nyanyian gregorian dari Lux et Origo 82 di bawah ini. Lagu dimulai dengan nada la dan berakhir dengan nada re.

Irama cepat, pendek, tinggi, bertekanan, dan kuat, disebut arsis. Arsis atau percepatan, biasanya digunakan pada awal kalimat lagu atau hendak menuju puncak nada. Irama lambat, pelepasan, panjang, pengendoran, dan lemah, disebut tesis. Biasanya digunakan pada akhir kalimat lagu atau hendak menuruni puncak nada. Jadi, gregorian mengikuti irama naik atau turun, bukan birama. Irama merupakan suatu prinsip gerakan melodis yang penuh kehidupan, penuh dinamikan, penuh variasi. Bukankah nyanyian gregorian menyimbolkan kehidupan manusia secara normal? Seandainya semua orang Kristen masa kini kembali menyanyikan nyanyian gregorian sebagaimana jenis nyanyian jemaat yang lain, maka suasana kehidupan kembali muncul di dalam gereja. Anda menginginkan lagu-lagu gregorian sepanjang tahun liturgi? Silahkan klik link di sini:

1.nyanyian gregrorian sepanjang tahun.

2.nyanyian ordinarium gregorian.

3.nyanyian gregorian lainnya.

atau juga:

1.Kyrie Eleison.

2.Nothing Else.

3.Still Im Sad.

4. Dont Give Up.

5. Vienna.

6. Losing My Religious.

7. Gregorian.

IBADAT TAIZE UNTUK TAHUN BARU

I-B-A-D-A-T – T-A-I-Z-E
Menyambut Tahun Syukur 2010

“...... aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Flp 1:6).

Died For Your Sins

[suasana awal yang perlu dijaga adalah hening, setiap umat yang datang perlu dibantu saat masuk ke ruang doa untuk hening dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk berdoa. Dapat dibunyikan instrumen atau musik yang mendukung keheningan itu.]

PENGANTAR
Saudari-saudara terkasih, Tuhan sungguh mahabaik. Kita berkumpul bersama malam hari ini, dalam keheningan bersama Tuhan yang hadir menyertai kita dan diam di dalam hati kita. Ibadat Taize yang akan kita rayakan bersama ini merupakan salah satu doa meditatif (hening), dengan bernyanyi terus menerus tiada akhir, mengulangi setiap kata yang dilagukan dan meresapkannya dalam hati, sehingga lagu itu bergema di dalam hati kita dan hati kitalah yang akhirnya menyanyikan lagu itu. Ibadah Taize berlangsung dalam keheningan yang menyatukan hati kita di dalam Allah.

Marilah kita membuka pintu hati kita supaya Tuhan berkenan menyentuh dan masuk ke dalam kehidupan kita, mencurahkan kebaikan-kebaikan-Nya, seraya kita memuji nama-Nya yang pantas dipuji. Memuji Tuhan, Sang Sumber Kehidupan. Pujilah Tuhan, Pujilah nama-Nya. Pujilah Tuhan, sumber kehidupan.

OPENING 1a: Bless the Lord
Pujilah Tuhan, pujilah nama-Nya.
Pujilah Tuhan, sumber kehidupan.

OPENING 1b: Adoramus te Jesu Christe
Sembah bagi-Mu Yesus Kristus, Alleluia, Alleluia
Sembah bagi-Mu Yesus Kristus, Alleluia, Alleluia
Puji bagi-Mu Yesus Kristus
Puji bagi-Mu, Alleluia

Tuhan, Engkau kami puji dengan segenap hati, jiwa dan raga. Sungguh luar biasa kebaikan-Mu dalam hidup kami. Engkau bersabda, “apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”(Mat 21:22). Bimbinglah kami Tuhan, pada malam hari ini, kami hendak berdoa bersama-Mu. Seturut sabda-Mu, kami hendak berdoa dengan penuh kepercayaan, agar tahun baru yang akan segera kami lewati ini, sungguh menjadi tanda kebaikan-Mu kepada kami. Ya, Tuhan, kami hendak senantiasa berdoa bersama Engkau dan melewati hari-hariku di tahun yang baru ini, di dalam doa. Engkau bersabda, “tinggalah bersama Aku, di dalam doa, di dalam doa.”

OPENING 2: Bleibet Hier
Tinggalah bersama Aku di dalam doa, di dalam doa.


PENDARASAN MAZMUR [145]

[pendarasan mazmur bergantian antara umat di sebelah kanan dan kiri altar]
Reff. Tuhan itu amat baik kepada semua orang. 2x

Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Allahku, ya Raja,
dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.
Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.
TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau.
Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu,
untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya;
Engkau yang membuka tangan-Mu dan yang berkenan mengenyangkan segala yang hidup.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.
Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.
TUHAN menjaga semua orang yang mengasihi-Nya, tetapi semua orang fasik akan dibinasakan-Nya.
Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada TUHAN dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus
Seperti pada permulaan sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. amin

Reff. Tuhan itu amat baik kepada semua orang. 2x

DOA PEMBUKA
Allah Bapa, Tuhan yang Baik kepada semua orang. Kami, umat-Mu Paroki Santa Maria Kartasura mengucap syukur kepada-Mu, atas penyertaan-Mu yang berlimpah di dalam kehidupan Gereja-Mu ini, teristimewa dalam kehidupan kami masing-masing, keluarga dan karya kami, serta juga peziarahan Gereja-Mu di tahun 2009. Kami tetap memohon kepada-Mu, semoga di tahun yang baru ini, bersama dengan seluruh umat-Mu di keuskupan ini yang hendak menjadikan tahun ini menjadi tahun syukur. Semoga berkat bimbingan-Mu yang baik kepada semua orang, hidup kami pun senantiasa penuh syukur dan memancarkan kebaikan-Mu kepada siapapun gitu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. amin
UPACARA SABDA
BACAAN (Flp 1: 3 – 6)
P Marilah kita hening, dan mendengarkan apa yang dikehendaki Tuhan atas kita.
U Bersabdalah Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.
P Biarlah Sabda-Mu tertanam di hatiku.
U Semoga sabda-Mu menemukan tanah yang subur di dalam aku.

“Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu. Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.”
LAGU TANGGAPAN
Tuhan itu pengasih, Tuhan itu penyayang
Panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya

[------------------------------hening--------------------------------]

DOA BERSAMA:
Meditasi “Salam Maria” di Hadapan Sakramen Mahakudus

P Oh Santa Perawan Tersuci, aku hendak menyambut Yesusmu. Aku berharap hatiku seperti hatimu ketika engkau menjadi Bunda Sang Juruselamat pada saat Kabar Sukacita dari Malaikat.
P Salam Maria
U Aku menyalami engkau, ya Bunda yang baik. Ijinkanlah aku mempersatukan diriku denganmu untuk bersembah sujud di hadapan Yesus. Sudi pinjamilah aku cinta kasihmu, perasaan-perasaanmu. Sesungguhnya, lebih dari itu aku mohon sudilah engkau bersujud atas namaku. Salam, wahai Tubuh Yesus yang sejati, yang dilahirkan oleh Perawan Maria! Aku percaya, dan aku menyembah-Mu.
P Penuh Rahmat
U Engkau, ya Maria, layak menyambut Allah yang Mahakudus, sebab engkau penuh rahmat sejak dari saat paling awal hidupmu. Tetapi, aku seorang pendosa yang malang. Kejahatanku menjadikanku tidak pantas menyambut Komuni. Ya Bundaku, selubungilah aku dengan jasa-jasamu dan hantarkanlah aku kepada Yesus.
P Tuhan Sertamu
U Tuhan Sertamu, ya Santa Perawan Tersuci. Dengan kerinduanmu yang berkobar-kobar engkau menarik-Nya turun dari surga masuk ke dalam hatimu. Tanamkanlah juga dalam hatiku suatu kerinduan yang berkobar-kobar dan suatu rasa lapar yang tak terpuaskan akan Yesus, hingga aku dapat dengan sungguh berkata, “Datanglah, ya Yesus-ku, aku merindukan-Mu dengan hati Maria, BundaMu dan Bundaku.”
P Terpujilah Engkau di Antara Wanita
U Terpujilah engkau, ya Maria, yang tiada pernah mengenal sesal yang berasal dari tindakan dosa; sebab engkau bebas dari segala macam dosa dan cela. Tetapi aku sadar bahwa aku telah berdosa, dan aku tidak yakin bahwa aku telah cukup menyesalinya. Tolonglah aku memahami kejahatan dosa-dosaku dan kerahiman ilahi yang telah aku hinakan. Aku menangisi dosa-dosaku. Sudi persembahkanlah tobatku itu kepada Yesusmu.
P Dan Terpujilah Buah Tubuhmu
U Bunda yang baik! Betapa suatu anugerah luar biasa yang telah engkau berikan kepada kami dengan memberikan Juruselamat kami, Yesus! Dan lihatlah, Ia hendak datang kepadaku untuk menjadikanku seorang anak terkasih yang istimewa bagi hatimu. Aku pergi dengan penuh kepercayaan menyambut-Nya, dan aku berkata kepada-Nya, “Yesus-ku, aku serahkan diriku ke dalam tangan-Mu. Datanglah untuk memberiku kekuatan agar dapat melayani-Mu dengan setia, dengan pengharapan boleh menikmati Engkau untuk selama-lamanya bersama BundaMu di Surga.”
P Yesus
U Sudi ijinkan aku, ya Bunda, mengalami perasaan-perasaan itu yang engkau alami sementara engkau tinggal bersama Yesus, semasa engkau memanggil-Nya dengan nama-Nya. Sekarang aku hendak menyambut-Nya. Ijinkanlah aku dapat mengatakan kepadanya, “Datanglah, ya Yesus-ku. Engkau akan mendapati dalam aku sambutan sama seperti yang Engkau dapatkan dari BundaMu di bumi. Aku berharap agar melalui perantaraan Bunda Maria, Engkau akan menyambutku ke dalam surga.”
P Santa Maria, Bunda Allah
U Oh Bundaku, betapa bahagia aku dipersatukan dengan Yesus-ku! Tetapi bagaimanakah aku layak mendapatkan Tuhan-ku turun untukku? O Maria, yang kudus dan tak bercela, sudi persembahkanlah kepada-Nya ucapan syukur yang pantas atas namaku.
Oh engkau yang pertama-tama merasakan detak jantung Yesus, yang sekarang aku sambut dalam diriku, engkau yang mengasihinya jauh melampaui segenap para kudus bersama-sama mengasihi-Nya, dan yang hidup bagi-Nya seorang semasa engkau di bumi, ijinkanlah aku sekarang ikut ambil bagian dalam perasaan-perasaan dan kasihmu.
Dan Engkau, ya Yesus, sudi terimalah kasih Bundamu seolah itu adalah kasihku dan janganlah menolak memberiku sekilas tatapan kasih sementara aku juga mengatakan kepada-Mu dengan segenap hatiku, “Aku mengasihi-Mu.”
P Doakanlah Kami yang Berdosa Ini
U Doakanlah aku, ya Maria. Saat ini, persatukanlah doa-doamu dengan doaku. Dan sekarang setelah Yesus datang ke dalam hatiku, siap memberiku segala rahmat, di atas segalanya aku rindu memohon kepada-Nya agar jangan pernah aku terpisah dari-Nya karena dosa. Dan engkau, ya Maria, sudi lindungilah aku dari yang jahat, dan jadilah tempat pengungsianku dalam pencobaan.
P Sekarang
U Dari sekarang dan sejak sekarang ini, Bunda terkasih, aku mohon segala rahmat yang berguna bagi jiwaku. Perolehkanlah bagiku rahmat ini: agar padaku dikenakan keutamaan-keutamaan dan kelemahlembutan dan agar hidupku murni tanpa cela.
P Dan Waktu Kami Mati
U Sejak dari sekarang doaku, ya Yesus, adalah kiranya aku boleh menyambut-Mu dengan pantas pada saat kematianku dan kiranya aku boleh menyongsong kematianku dengan kudus. Aku menerimanya, bilamana dan bagaimana Engkau akan mengirimkannya kepadaku - aku menyambutnya dalam persatuan dengan kurban-Mu yang digenapi di Salib. Aku menerimanya demi penyerahan diri sepenuhnya pada Kehendak Ilahi, demi kemuliaan Tuhan, demi keselamatanku, dan demi keselamatan jiwa-jiwa.
O Perawan yang Berduka, dampingilah aku sebagaimana engkau mendampingi Yesus di saat sakrat maut-Nya.
P Amin.
U “Terjadilah demikian.” O Yesus, inilah kata-kata yang ingin aku ulangi setiap saat, baik semasa mudaku maupun sepanjang hidupku. Kiranya terjadilah kehendak-Mu selalu. Segala penyelenggaraan-Mu adalah yang terbaik bagiku, dan sejak dari sekarang aku menerimanya dan menyampaikan ucapan syukurku. Amin.

Magnificat

Magnificat, magnificat, magnificat anima mea Dominum
Magnificat, magnificat, magnificat anima mea.


UPACARA CAHAYA
Tuhan, dalam Sakramen Mahakudus, Engkau hadir dalam tanda. Engkau telah menebus kami berkat kebaikan Allah Bapa, melalui sengsara, wafat dan kembangkitan-Mu serta kenaikan-Mu ke surga dan kedatangan-Mu dalam kemuliaan. Di dalam Sakramen Mahakudus kami mengakui, mengimani dan menyembah-Mu. Engkau menjadi cahaya bagi hidup kami, penerang bagi jalan kami. Engkau membebaskan aku dari kegelapan, Engkau cahaya hatiku, biarlah kusambut cinta-Mu. [lilin di sekitar sakramen mahakudus dan salib dinyalakan]

Jesus Your Light

Yesus Kristus, cahaya hatiku. Bebaskan aku dari Kegelapan
Yesus Kristus, cahaya hatiku, biarkan kusambut cinta-Mu.

Tuhan Yesus Kristus, nyalakanlah senantiasa dalam hatiku, cinta-Mu, supaya setiap kali kami mengalami kegelapan hidup, kami mengetahui kemana kami harus melangkahkan kaki dan mengarahkan pandangan kami. Melalui salib dan kebangkitan-Mu, Engkau telah menyalakan api cinta-Mu bagi kami. Dalam kegelapan, Engkau nyalakan api yang abadi.

Dans Nos Obscurites

Dalam kegelapan, Engkau nyalakan api yang abadi.
Dalam kegelapan, Engkau nyalakan api yang abdi, api abadi.

Oleh karena itu, Ya Yesus yang hadir dalam Sakramen Mahakudus, sinar kasih-Mu mendamaikan kami. Cahaya-Mu menenteramkan jiwa dan hati kami. Terang-Mu membuka pintu kasih dalam perbuatan-perbuatan kami. Penuhilah kami, ya Tuhan dengan damai-Mu, penuhi kami, ya Tuhan.

Confitemini Domino

Penuhi kami ya Tuhan, dengan damai-Mu
Penuhi kami ya Tuhan, Alleluia!

DOA PERMOHONAN
Tuhan kami yakin dan sungguh percaya, Engkau senantiasa memenuhi kami dengan kedamaian. Di dalam rahmat-Mu itu, kami melangkah di tahun yang baru ini. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, bersama santa Maria, bunda pelindung Gereja kami, hadirlah di sini, dengarkanlah doaku ini.

O Lord, hear my Pray’r
[dalam lagu ini, selang-seling antara lagu dan doa umat/ujub-ujub umat.]

Tuhan dengarlah doaku ini, hadirlah di sini.
Tuhan dengarlah doaku ini, dengarkanlah aku

PENCIUMAN SALIB
[dalam kesempatan ini, setelah doa umat. Umat yang hadir diberi kesempatan untuk menghaturkan doa-doa pribadi di hadapan Sakramen Mahakudus dan penghormatan kepada salib Tuhan, sumber penyelamatan dan berkat.]

Jesus Remember Me

Yesus ingat aku, saat Kau masuk k’rajaan-Mu.
Yesus ingat aku, saat Kau masuk k’rajaan-Mu.

Crucem Tuam

Kami menyembah salib-Mu, ya Tuhan
Karna kebangkitan suci, kami memuji-Mu
Pujian dan kemuliaan.
Karna kebangkitan suci, kami memuji-Mu.

Adoramus te Christe

Sembah bagi-Mu Kristus, terpujilah nama-Mu
Dengan salib suci-Mu Kaubebaskan kami.
Dengan salib suci-Mu, Kaubebaskan kami.

Saudara-saudari terkasih, Tuhan yang tersalib adalah Dia yang diutus Bapa. Dia yang mahabaik bagi kita. Di dalam Dia, segala berkat melimpah. Di dalam Dia, iman harapan dan kasih kita subur dan menjadi nyata. Tuhanlah sumber iman bagi kita. Tuhanlah sumber pengharapan.

Bonum est Confidere

Tuhanlah sumber iman bagi kita.
Tuhanlah sumber pengharapan.

"Tuhan, ajarlah kami berdoa...Tuhan, ajarilah kami berdoa...” Tuhan Yesus mengajari murid-murid yang dikasihi-Nya bagaimana berdoa, "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.” (Luk 11:1-2) Maka, marilah kita satukan seluruh ungkapan syukur, pujian, doa permohonan dan pengharapan kita, dengan doa yang diajarkan-Nya tersebut. [selama lagu dinyanyikan, pemimpin mendaraskan doa Bapa Kami].

Pater Noster

Pater noster qui es in coelis.

UPACARA PENUTUP
Marilah berdoa,
Allah Tuhan kami yang mahabaik, kami bersyukur kepada-Mu karena kasih-Mu kami boleh mengalami kedamaian yang membawa pengharapan. Semoga di tahun yang baru ini, bersama santa Maria, bunda Allah dan, bunda kami, kami senantiasa dikobarkan cintakasih kami untuk secara nyata dalam perbuatan dan sikap hidup kami, mewujudkan habitus baru dan kebaikan-kebaikan kepada semua ciptaan-M: kepada keluarga, kepada lingkungan dan masyarakat, juga kepada alam ciptaan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. amin.

[adorasi dapat ditutup dengan berkat sakramen mahakudus, lalu sakramen di kembalikan ke tabernakel.]

El Senyor

Dalam Tuhan aku bersyukur dengan lagu pujian.
Tuhanlah penyelamatku, dalam Dialah sukacita.
Dalam Dialah sukacita.

Jubilate Deo

Jubilate Deo omnis terra
Servite domino in laetitia
Alleluia alleluia in laetitia
Alleluia alleluia in laetitia

Ndherek Dewi Mariah

Ndherek dewi Mariyah temtu geng kang manah.
Boten yen kuwatosa Ibu njangkung tansah.
Kanjeng ratu ing swarga amba sumarah samya.—Reff.

Nadyan manah getera dipun godha setan.
Nanging batos engetnya wonten pitulungan.
Wit Sang Putri Mariyah mangsa tega anilar—Reff.

Menggah saking apesnya ngantos kelu setan.
Boten yen ta ngantosa klantur babar pisan.
Ugeripun nyenyuwun Ibu tansah tetulung.—Reff.

Reff. Sang Dewi, sang Dewi mangestonana.
Sang Dewi, sang Dewi mangestonana.


Unduh di sini untuk versi pdf-nya:


Jumat, 25 Desember 2009

FREE DOWNLOAD LAGU TAIZE

Sejak beberapa tahun belakangan ini, gereja-gereja telah menggunakan “nyanyian dari TaizĂ©” dan bahkan telah memasukkannya dalam buku-buku ibadat doa. Para bruder di Komunitas gembira karena hal ini membuat kaitan antara apa yang kaum muda alami di TaizĂ© dan kehidupan meng-Gereja.

Sungguh penting untuk menyanyikan nyanyian-nyanyian ini dengan kesederhanaan yang sama seperti di TaizĂ©, sehingga kelompok-kelompok doa dapat menemukan baik nyanyian maupun doa yang diungkapkannya. Ada hubungan yang sangat dalam antara nada-nada musik dengan kalimat singkat yang dinyanyikan “tanpa akhir”. Pengulangan yang lama pada nyanyian yang sama berkaitan dengan cara berdoa yang sangat tua (kuno), misalnya yang dimiliki oleh Gereja Barat dengan doa Salam Maria dan doa Yesus oleh Gereja Timur. Inilah yang Komunitas harapkan untuk dilestarikan.

Apabila anda menyukai lagu lagu ala Taize untuk membantu berdoa secara meditatif, silahkan klik link di bawah ini:


Taize - Credo.mp3
Taize - Gloria Deo.mp3
Taize - Jubilate Deo.mp3
Taize - Kyrie Eleison.mp3
Taize - Laudate Dominum.mp3
Taize - Jubilate coeli.mp3
Canti religiosi Taize - Alleluia (coro).mp3
Canti religiosi Taize - Pater noster.mp3
Canti religiosi Taize - Laudate Dominum.mp3
Catholic Hymns Taize - Alleluia.mp3
Junger Chor Aachen - Taize - 07 - Singt Dem Herrn.mp3
Taize - Adoramus te Christe.mp3
Taize - Bleib Mit Deiner Gnade.mp3
Taize - Bleibet Hier.mp3
Taize - Bonum est Confidere.mp3
Taize - Christus resurexit.mp3
Taize - Christus Resurrexit.mp3
Taize - Credo.mp3
Taize - Cristo Signore (Toi, tu nos aimes).mp3
Taize - De Noche Iremos.mp3
Taize - De noche.mp3
Taize - Dio non puo che donare il suo amor.mp3
Taize - Dona la pace.mp3
Taize - El alma que anda en amor.mp3
Taize - Gloria Deo.mp3
Taize - Gospodi Pomiluj.mp3
Taize - Il Signor (El Senyor).mp3
Taize - Jesus le Christ.mp3
Taize - Jubilate Deo.mp3
Taize - Kyrie eleison 17 con intercessioni.mp3
Taize - Kyrie Eleison.mp3
Taize - Laudate Dominum.mp3
Taize - Lettura (Giovanni 15, 9-11).mp3
Taize - Magnificat (canon).mp3
Taize - Misericordias Domini.mp3
Taize - Mon Ame Se Repose.mp3
Taize - Nada Te Turbe.mp3
Taize - Notre père.mp3
taize - Pater noster.mp3
taize - per crucem.mp3
Taize - Preghiera di Frere Roger.mp3
Taize - Psalite Deo.mp3
Taize - Questa notte (La ténebre).mp3
Taize - Resurrexit.mp3
taize - Salvator Mundi.mp3
taize - Sanctum nomen Domini.mp3
Taize - The kingdom of God vs. II.mp3
Taize - Tui amoris ignem.mp3
taize - Veni Creator Spiritus.mp3
Taize - Jesus Remember Me (instrumental).mp3
Taize - Bless the Lord.mp3
Taize - Ubi caritas.mp3
Taize - There is One Lord.mp3
Taize - Dona Nobis Pacem Domine.mp3
Taize congregation - In God Alone My Soul.mp3
taize - venite exultemus domino.mp3
Taize - The kingdom of God vs. II.mp3
Taize - Confitemini Domino.mp3
Taize - Wait for the Lord.mp3
Taize - Wait For The Lord (instrumental).mp3
Taize - My Soul is at Rest.mp3
taize - Cantate Domino (canon).mp3
Copy of 16 - Taize songs - Jubilate coeli.mp3
Taize - Eat This Bread.mp3
Taize - Dio non puo che donare il suo amor.mp3
Taize - Preghiera di Frere Roger.mp3
Taize - Veni Lumen Cordium.mp3
Taize - Singt Dem Herrn.mp3
Taize - Let Us Sing To The Lord.mp3

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Berbahasa Indonesia yang baik dan benar merupakan citra diri dan penghargaan terhadap bahasa sendiri, yang dalam sejarah bangsa telah menjadi salah satu alat dan sarana pemersatu. Dalam perkembangannya, bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang semakin maju seiring dengan perkembangan jaman yang menuntut adaptasi bahasa. Di lain pihak, aneka macam perkembangan penggunaan bahasa juga memunculkan "bahasa gaul" yang dengan begitu cepat berkembang di antara kita. Akibatnya, bahasa baku dari bahasa Indonesia sendiri menjadi "kurang gaul" entah itu untuk bahasa sms, pembicaraan dan lain sebagainya. Banyak contohnya misalnya, seperti "trims, tgl, q (aku)dll. Klik disini:Download Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk melihat dan menemukan bagaimana berbahasa indonesia yang baik dan benar.


Kamis, 24 Desember 2009

MENDIDIK ANAK MEMAKNAI NATAL

Jesus



Satu minggu sebelum Natal, saya kedatangan tamu. Begini ceritanya. Saya sedang bersiap-siap untuk tidur ketika saya mendengar suara berisik di ruang tamu. Saya membuka pintu kamar dan saya amat terkejut, Sinterklas tiba-tiba muncul dari balik pohon Natal.

Sinterklas tidak tampak gembira seperti biasanya. Malahan saya pikir saya melihat air mata di sudut matanya. "Apa yang sedang anda lakukan?" saya bertanya. "Saya datang untuk mengingatkan kamu … AJARILAH ANAK-ANAK!" kata Sinterklas. Saya menjadi bingung; apa yang dimaksudkannya?


Kemudian dengan suatu gerak cepat Sinterklas memungut sebuah tas mainan dari balik pohon. Sementara saya berdiri dengan bingung, Sinterklas berkata, "Ajarilah anak-anak! Ajarilah mereka arti Natal yang sebenarnya, arti yang sekarang ini telah dilupakan oleh banyak anak."

Sinterklas merogoh ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebuah POHON NATAL mini. "Ajarilah anak-anak bahwa pohon cemara senantiasa hijau sepanjang tahun, melambangkan harapan abadi seluruh umat manusia, semua ujung daunnya mengarah ke atas, mengingatkan kita bahwa segala pikiran kita di masa Natal hanya terarah pada surga."

Kemudian ia memasukkan tangannya ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah BINTANG cemerlang. "Ajarilah anak-anak bahwa bintang adalah tanda surgawi akan janji Allah berabad-abad yang silam. Tuhan menjanjikan seorang Penyelamat bagi dunia, dan bintang adalah tanda bahwa Tuhan menepati janji-Nya."

Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tasnya dan mengeluarkan sebatang LILIN. "Ajarilah anak-anak bahwa Kristus adalah terang dunia, dan ketika kita melihat terang lilin kita diingatkan kepada-Nya yang telah mengusir kegelapan."

Sekali lagi ia memasukkan tangannya ke dalam tasnya, mengeluarkan sebuah LINGKARAN lalu memasangnya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa lingkaran melambangkan cinta Sejati yang tak akan pernah berhenti. Cinta adalah kasih sayang yang terus-menerus - tidak hanya saat Natal tetapi sepanjang tahun."

Kemudian dari tasnya ia mengeluarkan hiasan SINTERKLAS. "Ajarilah anak-anak bahwa saya, Sinterklas, melambangkan kemurahan hati dan segala niat baik yang kita rasakan sepanjang bulan Desember."

Selanjutnya ia mengeluarkan sebuah HADIAH dan berkata. "Ajarilah anak-anak bahwa Tuhan demikian mengasihi umatnya sehingga Ia memberikan anaknya yang tunggal…"

"Terpujilah Allah atas hadiah-Nya yang demikian mengagumkan itu. Ajarilah anak-anak bahwa para majus datang menyembah sang bayi kudus dan mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Hendaknyalah kita memberi dengan semangat yang sama dengan para majus."

Sinterklas kemudian mengambil tasnya, memungut sebatang PERMEN coklat berbentuk tongkat dan menggantungkannya di pohon Natal. "Ajarilah anak-anak bahwa batangan permen ini melambangkan para gembala. Sekali waktu seekor domba berkelana pergi meninggalkan kawanannya dan tersesat maka gembala datang dan menuntun mereka kembali. Batangan permen ini mengingatkan kita bahwa kita adalah penjaga saudara-saudara kita, sekali waktu orang-orang yang telah lama pergi meninggalkan gereja membutuhkan pertolongan untuk kembali ke pangkuan Gereja. Selayaknyalah kita berdaya upaya untuk menjadi gembala-gembala yang baik dan menuntun mereka pulang ke rumah."

Ia memasukkan tangannya lagi ke dalam tas dan mengeluarkan sebuah boneka MALAIKAT. "Ajarilah anak-anak bahwa para malaikatlah yang mewartakan kabar sukacita kelahiran Sang Penyelamat. Para malaikat itu bernyanyi, "Kemuliaan bagi Allah di surga dan damai di bumi bagi manusia." Sama seperti para malaikat di Betlehem, kita patut mewartakan Kabar Gembira tersebut kepada keluarga dan teman-teman: Immanuel - Tuhan beserta kita!

Sekarang Sinterklas kelihatan gembira. Ia memandang saya dan saya melihat matanya telah bersinar kembali. Ia berkata, "Ingat, ajarilah anak-anak arti Natal yang sebenarnya. Jangan menjadikan saya pusat perhatian karena saya hanyalah hamba dari Dia yang adalah arti Natal yang sebenarnya - Immanuel - Tuhan beserta kita. Kemudian, secepat datangnya, Sinterklas tiba-tiba pergi.

Dan seperti biasa - Sinterklas telah datang untuk membawa hadiah bagi saya dan anak-anak saya - suatu hadiah yang luar biasa. Sinterklas telah membantu saya mengingat kembali arti Natal yang sebenarnya - dan arti kedatangan Yesus ke dunia. Dan saya tahu, bagi saya dan anak-anak, Natal ini akan menjadi Natal yang terindah - karena IMMANUEL ~ TUHAN BESERTA KITA!
link: Ajari anak memaknai Natal

sumber : News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com


“diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin Fr. Richard Lonsdale.”

KISAH KISAH NATAL

12 DAYS CHRISTMAS

Salah satu dari lagu-lagu yang populer dalam Masa Natal adalah lagu “The 12 Days of Christmas”. Lagu tersebut menggambarkan serangkaian hadiah yang 'aneh' yang 'diberikan oleh 'kekasihku yang sejati kepadaku.' Termasuk di antaranya Seekor Ayam Hutan di atas Pohon Per dan 5 Cincin Emas.

Lihat Selengkapnya, klik disini:12 DAYS CHRISTMAS

DUA BAYI DALAM PALUNGAN

"Waktu itu menjelang Natal 1994, saatnya anak-anak yatim piatu kita - untuk pertama kalinya - mendengarkan kisah Natal. Kami bercerita tentang Maria dan Yusuf, bagaimana setibanya di Bethlehem, mereka tidak mendapatkan penginapan hingga mereka akhirnya menginap di sebuah kandang hewan. Di kandang hewan itulah akhirnya Bayi Yesus lahir dan dibaringkan bunda-Nya dalam sebuah palungan.

Sepanjang kisah itu, anak-anak maupun pengurus panti asuhan begitu tegang; mereka terpukau dan takjub mendengarkan Kisah Natal. Beberapa anak bahkan duduk di tepi depan kursi seakan agar bisa lebih menangkap setiap kata. Selesai bercerita, setiap anak kami beri tiga potong kertas karton untuk membuat palungan. Mereka juga mendapat sehelai kertas persegi, sobekan dari kertas napkin kuning yang kami bawa. Anak-anak amat senang menerimanya karena di kota itu belum ada kertas berwarna.

Lihat selengkapnya, klik disini:DUA BAYI DI PALUNGAN


POINSETTIA: LEGENDA BUNGA NATAL

Tersebutlah kisah tentang Pepita, seorang gadis Meksiko yang miskin, yang tidak mempunyai hadiah apa-apa untuk dipersembahkan kepada Bayi Yesus pada Misa Malam Natal. Sementara Pepita dan Pedro, sepupunya, berjalan perlahan menuju kapel, hati Pepita merasa amat sedih.

“Aku yakin, Pepita, bahkan hadiah yang paling sederhana sekali pun, jika diberikan dengan cinta, akan berharga di mata-Nya,” hibur Pedro.

Karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Pepita berlutut di tepi jalan dan mengumpulkan segenggam penuh rumput liar. Ditatanya rumput-rumput liar itu menjadi sebuah karangan rumput yang kecil. Ketika dipandanginya karangan rumput liar yang kasar itu hati Pepita bertambah sedih, juga malu akan hadiahnya yang tidak berarti itu. Pepita berusaha keras untuk menahan air matanya yang hampir menetes, sementara ia memasuki kapel desa yang kecil.

Lihat selengkapnya, klik disini: POINSETTIA: Legenda bunga Natal


sumber :

1. News For Kids, Rm Richard Lonsdale; Catholic1 Publishing Company; www.catholic1.com;2. Romo Francis J. Peffley; Father Peffley's Web Site; www.transporter.com/fatherpeffley


“disarikan dan diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”



Portable Office 2007 Enterprise Usb

Silahkan download di sini:
Portable Office 2007 Enterprise - USB.



Partition Magic 8.0 » Free Download

Partition Magic membantu kita untuk membuat, membagi partisi harddisk tanpa merusak data-data kita. Partition Magic membantu mengatur dan melindungi data-data kita, dan juga dapat dijalankan dalam berbagai system operasi windows, konversi beragam tipe system file.


Spesifikasi:

· Organize and protect the information on a hard drive

· Easy, step-by-step wizards help with performing partitioning tasks

· Preview the effects of partitioning a hard drive before implementing anything

· Safely manage multiple operating systems

· Partition hard drives as large as 80 GB

· Access and partition external USB drives

· Undelete a deleted partition from rescue disks

· Remotely copy, move, delete, and create partitions across a TCP/IP connection

· Create and run scripts to automate common partitioning tasks

· Shred partitions to ensure the security of corporate data on retiring hard disks

· Convert from one file system or partition type to another without losing data

· Supports FAT, FAT32, NTFS, and Linux ext2/Swap file systems

· Support for Windows XP


Sistem pendukung:

OS Support: Windows 98/Me/NT/2000/XP


Windows® XP Home Edition/Professional

233MHz or higher processor

128 MB of RAM


Windows 2000 Professional

150MHz or higher processor

64 MB of RAM


Windows NT WS/Me/98/98SE

32 MB of RAM


REQUIRED FOR ALL INSTALLATIONS:

55 MB of available hard disk space

DVD or CD-ROM drive

DOWNLOAD DISINI:

Partition Magic 8.0 » Free Downloads.



Selasa, 22 Desember 2009

Jesus Christ Superstar (2000)

Sebuah kisah Yesus yang sangat kreatif yang dibuat untuk membantu kita merenungkan kisah penyelamatan Allah bagi manusia teristimewa saat-saat terakhir karya penyelesaian Allah dalam Yesus Kristus melalui sengsara, wafat dan salib-Nya. Sebuah drama musikal yang dikemas dengan sangat apik, menyesuaikan diri dengan konteks jamannya yaitu pada tahun 2000, yang juga sekaligus memuat suatu keprihatinan akan dunia yang menjadi tantangan bagi iman. Ini tentu bukan sekedar drama, melainkan ekspresi iman yang mau mengungkapkan suatu keyakinan akan Allah yang menyelamatkan. Anda tertarik dengan kisah ini? Silahkan unduh di sini: Jesus Christ Superstar (2000) download



Jesus Movies Download

Teologi merupakan salah satu bidang pemikiran yang berupaya untuk merefleksikan kehidupan manusia di hadapan Allah sehingga melalui bidang pemikiran ini, manusia semakin mengenali Allah yang ditangkap melalui peristiwa dan kehidupannya. Film-film yang mengekspresikan pemahaman manusia mengenai Allah merupakan usaha menafsirkan kehidupan ini sebagai sejarah penyelamatan Allah bagi manusia, secara istimewa di dalam Tuhan Yesus Kristus. Tentu saja yang menarik adalah bahwa melalui penafsiran teologis, mengenalan akan Allah diperkaya oleh situasi dan konteks jamannya. Berberapa film di bawah ini mengungkapkan hal serupa. Silahkan download link di bawah:

1. Jesus Christ Superstar (1973)

2. Jesus Christ Superstar (2000)

3. Jesus of montreal

4. Judas and Jesus (2009)

5. Jesus Camp (2009)

6. The Teaching of Jesus

7. Who Really Killed Jesus (2008)

8. National Geographic – Who Really Killed Jesus

9. Color of Gross


Senin, 21 Desember 2009

MEMAKNAI NATAL 2009

MEMAKNAI NATAL 2009


Salah satu ciri khas perayaan Natal di gereja-gereja atau juga di rumah kita sendiri adalah adanya gua (kandang) natal, yang konon menjadi tempat kelahiran bayi Yesus karena ibu Maria dan Yosef, suaminya, tidak mendapatkan tempat yang layak di rumah penginapan, "......dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan...."(Luk 2: 7). Dalam injil Lukas tersebud diberi keterangan dimana Maria melahirkan Yesus, "dibaringkan di dalam palungan". Palungan merupakan tempat makanan bagi hewan ternak bagi orang-orang Israel (yahudi) waktu itu. Di situlah Yesus yang lahir ditempatkan, karena rumah-rumah yang lain sudah penuh atau "beralasan penuh" untuk menolak suami-istri yang sedang akan melahirkan.
Kisah kelahiran Yesus tersebut, memang dimasukkan menjadi bagian dalam kitab suci, Injil, atau kabar baik Allah bagi manusia. Kisah kelahiran Yesus itu tentu saja sarat dengan makna bagi kehidupan kita sekarang.

1. Kisah kelahiran Yesus menjadi Kisah Kasih, antara Allah dan Manusia. Allah yang begitu mengasihi, "nresnani" manusia, mengutus Yesus untuk memasuki kehidupan duniawi. Kasih Allah yang tetap dan abadi membuahkan pengorbanan yang begitu besar dari Allah sendiri untuk mendatangi manusia dan mencurahkan terus menerus buah kasih kepada manusia, yaitu keselamatan, kedamaian, cinta kasih, dan juga keadilan dan kebenaran. Buah kasih (cinta) itulah Yesus yang kita sebut Kristus, yang hadir ke dunia. Kehadiran Yesus, sebagai pemberian buah kasih Allah tentu menuntut dari pihak manusia untuk mengulurkan tangan, "membuka pintu rumah" dan menerima Yesus untuk masuk ke dalam.

2. Kisah Kelahiran Yesus juga menunjukkan bahwa pada kenyataannya, "rumah-rumah penginapan itu" sudah penuh karena ternyata, "tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan." Apa artinya ini? Kisah kelahiran Yesus menunjukkan bagi kita bahwa pada kenyataannya, tidak mudah atau bahkan kita menolak menerima kehadiran Yesus. kita tidak mau "membuka pintu dan menyuruh mereka masuk" ke rumah kita. Apakah yang mau dimaksudkan Lukas adalah bahwa manusia menolak kehadiran Yesus? Ataukah bahwa kehdarian Yesus tidak mudah untuk dikenali sehingga, apabila kenyataannya bahwa orang yang datang itu menyusahkan (karena akan melahirkan) lalu kemudian kita tolak karena menjadi "pengganggu" kehidupan kita pribadi dan semua yang menjadi keinginan kita dan cita-cita yang kita bangun di rumah kita sendiri.

3. Oleh karena itu, kisah kelahiran Yesus sungguh membantu kita untuk mengerti dan mengenali serta peka sosial, peka jaman agar kita memiliki sensibilitas terhadap kehadiran Yesus yang mengetuk rumah kita, yang mau lahir di rumah kita, dalam keluarga kita, dalam hidup kita, dalam ruang batin kita. Yesus hendak lahir, namun kelahirannya yang sebenarnya bukan di palungan di Betlehem yang nun jauh di sana, melainkan lahir di ruang batin kita ini, kita masing-masing. Kita diharapkan untuk membuka pintu hati kita, pintu rumah kita, pintu gereja lingkungan kita, pintu masyarakat dimana kita tinggal, pintu pekerjaan kita, supaya dalam kehidupan yang kita libati itu, Yesus lahir, menjelma secara nyata dalam hidup kita.

4. Itulah sebenarnya, simbolisasi yang diungkapkan melalui goa (kandang) natal, mengingatkan dan manyadarkan kita bahwa goa (kandang) itu ialah diri kita sendiri, ialah keluarga kita sendiri, adalah Gereja Lingkungan kita sendiri, adalah masyarakat kita sendiri, dan adalah juga pekerjaan kita. Disitulah Yesus mau untuk lahir, ingin menjelma, menunjukkan kasih Allah yang begitu agung dan abadi kepada kita.

Apa yang musti menjadi habitus baru bagi kita? Kita mesti membuat "gua (kandang) natal" dalam kehidupan kita yang layak bagi kelahiran Yesus, supaya sungguh Yesus lahir dalam hidup kita, dan sungguh kita pun terlibat untuk menjelmakan Dia dalam kehidupan kita zaman sekarang ini. Semoga berkat Allah Putera yang lahir ke dunia membuahkan kegembiraan dan damai dalam kehidupan kita zaman ini, sebagai buah kasih dari.

Minggu, 06 Desember 2009

PESAN NATAL BERSAMA KWI PGI 2009

Pesan Natal Bersama PGI dan KWI tahun 2009
“Tuhan Itu Baik Kepada Semua Orang ...”
(bdk. Mzm. 145:9a)


Saudara-saudari yang terkasih,
Segenap Umat Kristiani Indonesia di mana pun berada,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.

1. Dalam suasana kebahagiaan Natal sekarang ini, kembali Tuhan menyapa dan mengingatkan kita umat-Nya untuk merayakan Natal ini dalam semangat kedamaian, kebersamaan dan kesahajaan. Dengan mengucap syukur sambil melantunkan kidung Natal dan doa, kita merenungkan, betapa baiknya Tuhan dalam kehidupan kita! Ia yang telah lahir bagi kita manusia, adalah juga Dia yang telah menebus dosa kita dan mendamaikan kita dengan Allah, Bapa kita. Dengan demikian, Ia menyanggupkan kita untuk hidup bersama, satu sama lain dalam damai Natal itu. "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya"[1]. Kabar Gembira Natal itulah yang harus kita hayati dan wujud-nyatakan di dalam kehidupan kita bersama.


Tema Natal kita tahun ini adalah: “Tuhan itu baik kepada semua orang.” Tema ini hendak mengingatkan kita, bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia menurut gambar dan citra-Nya[2]. Allah adalah Allah bangsa-bangsa[3]. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia”[4]. Allah mengasihi dunia dan manusia yang hidup di dalamnya dan manusia diperintahkan- Nya untuk mengolah dan menaklukkannya[5].

Sebagaimana kelahiran Yesus Kristus adalah bagi semua orang, maka umat Kristiani pun hidup bersama dan bagi semua orang. “Semua orang” adalah siapa saja yang hidup dan bertetangga dengan kita, tanpa membeda-bedakan, sebagaimana Allah, Bapa di surga, juga menyinarkan matahari-Nya dan menurunkan hujan-Nya kepada semua orang tanpa membeda-bedakan[6]. Di dalam interaksi kita dengan sesama, pemahaman ini meliputi semua bidang kehidupan. Yesus Kristus memerintahkan, agar kita mengasihi sesama seperti diri kita sendiri[7]. Itulah hakikat inkarnasi Ilahi di dalam diri Yesus Kristus yang adalah Manusia bagi orang lain. Kelahiran Yesus Kristus mendasari relasi kita dengan orang lain. Maka kita menjalin relasi dengan sesama, tanpa memandang suku, ras, agama dan golongan.

2. Dalam semangat inilah kita merayakan Natal sambil merefleksikan segala peristiwa yang telah kita lalui di tahun 2009 seperti misalnya Krisis Ekonomi Global, Pemilihan Umum, Aksi Terorisme sampai dengan Bencana Alam yang melanda beberapa wilayah tanah-air kita. Segala peristiwa tersebut mengingatkan kita untuk senantiasa menyadari kebesaran Tuhan dan membuat kita rendah hati di hadapan-Nya. Tuhan itu baik, karena Ia memampukan kita melewati semua peristiwa tersebut bersama sesama kita manusia. Maka Natal ini juga hendaknya memberikan kita hikmah dalam merencanakan hari esok yang lebih baik, bagi manusia dan bagi bumi tempat tinggalnya. Manusia yang diciptakan sebagai puncak dan mahkota karya penciptaan Allah, tidak bisa dilepaskan dari dunianya. Sungguh, ”Tuhan itu baik bagi semua orang dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya”.[8]

Oleh karena itu, kala merayakan peringatan kelahiran Yesus Kristus, Tuhan kita, kami mengajak seluruh umat Kristiani setanah-air untuk bersama-sama umat beragama lain menyatakan kebaikan Tuhan itu dalam semangat kebersamaan yang tulus-ikhlas untuk membangun negeri tercinta kita. Sebagai bagian integral bangsa, umat Kristiani di Indonesia adalah warganegara yang secara aktif turut mengambil bagian dalam upaya-upaya menyejahterakan bangsa, karena kesengsaraan bangsa adalah kesengsaraan kita dan kesejahteraan bangsa adalah kesejahteraan kita juga. Dengan pemahaman solidaritas seperti itu, umat Kristiani juga diharapkan turut melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan yang baru Negara ini, demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata, termasuk juga demi terwujudnya upaya memulihkan keutuhan alam ciptaan yang menjadi lingkungan hidup kita. Merayakan Natal sebagai ungkapan penerimaan kedatangan Yesus Juruselamat, haruslah juga menjadi awal perubahan sikap dan tindakan untuk sesuatu yang lebih baik. Kedatangan Yesus bagi semua orang melalui karya-Nya, dahulu telah dipersiapkan oleh Yohanes Pembaptis dengan memaklumkan perubahan sikap dan tekad ini[9], baik melalui pewartaannya maupun melalui peri-hidupnya sendiri. Hal itu membuat mereka yang dijumpainya dan mendengar pewartaannya bertanya: “Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?”[10]

3. Karena itu, melalui pesan Natal ini, kami mengajak seluruh umat Kristiani:
• untuk senantiasa menyadari kebaikan Tuhan, dan dengan demikian menyadari juga panggilan dan perutusannya untuk berbuat baik kepada sesamanya[11]. Kita dipanggil bukan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan, sehingga kita dikalahkan oleh kejahatan, melainkan untuk mengalahkannya dengan kebaikan[12], supaya dengan melihat perbuatan baik kita di dunia ini, orang memuliakan Bapa yang di surga[13].
• untuk melibatkan diri secara proaktif dalam berbagai upaya, terutama yang direncanakan oleh Pemerintah dalam program-program pembangunan manusia seutuhnya. Kita juga dipanggil untuk terlibat aktif bersama dengan gerakan-gerakan atau aspirasi-aspirasi lain, yang mempunyai keprihatinan tulus, untuk mewujudkan masyarakat majemuk yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keikhlasan dan solidaritas memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bersama.
• untuk ikut terlibat aktif dalam menyukseskan program-program bersama antara Pemerintah dan masyarakat demi keharmonisan hubungan manusia dengan manusia, tetapi juga antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya. Dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan dan keutuhan ciptaan, umat Kristiani hendaknya tidak hanya menjadi pelaku-serta saja, tetapi juga menjadi pemrakarsa.

Akhirnya, Saudara-saudari seiman yang terkasih, marilah kita berdoa juga bagi Pemerintah kita yang baru, yang dengan demokratis telah ikut kita tentukan para pengembannya, bersama dengan seluruh jajarannya dari Pusat sampai ke Daerah, agar mereka dapat menjalankan tugas mereka dengan baik.

Demikianlah pesan kami. Selamat Natal 2009 dan Selamat Menyongsong Tahun Baru 2010. Tuhan memberkati.

________________________________________
[1] Luk. 2:14.
[2] Bdk. Kej.1:26.
[3] Bdk. Mzm. 47:9-10.
[4] Yoh 3:16-17.
[5] Bdk Kej. 1:38.
[6] Bdk. Mat 5:45.
[7] Bdk. Mat. 22:39.
[8] Mzm. 145:9.
[9] Bdk. Mrk. 1:4; Luk. 3:3.
[10] Bdk. Luk. 3:10.
[11] Luk. 6:33; Gal. 6:9.
[12] Bdk. Rom 12:21.
[13] Bdk Mat. 5:16; 1Ptr. 2:12.