Kamis, 22 April 2010

NOVENA TAHUN SYUKUR KAS

PENGANTAR DARI KOMISI LITURGI KAS

Tahun 2010 menjadi Tahun Syukur bagi umat beriman di seluruh Keuskupan Agung Semarang. Kita bersyukur karena Gereja KAS telah berusia 70 tahun, tepatnya besok tanggal 25 Juni 2010. Selama 70 tahun ini, Gereja KAS telah dituntun oleh Allah sendiri dalam mengarungi perjalanan sejarah dengan segala liku-likunya yang tidak selalu mudah. Kita juga ingin bersyukur sebab ARDAS KAS tahun 2006-2010 telah hampir berakhir dan kita ingin melangkah ke ARDAS KAS yang baru nanti. Banyak hal yang dapat disyukuri selama perjalanan Ardas 2006-2010 ini. Untuk itulah kita akan mengadakan Novena Syukur 70 tahun KAS dari tanggal 24/25 April s/d 19/20 Juni 2010 dan puncaknya Perayaan Ekaristi Syukur 70 tahun KAS besok tanggal 27 Juni 2010. Novena dan Misa Syukur 70 tahun ini diadakan serentak di seluruh paroki se KAS.

Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang menawarkan bahan Novena Ekaristi ini untuk dipergunakan sebagai acuan dan inspirasi bagi Tim-tim Liturgi Paroki se KAS dalam mempersiapkan Novena Ekaristi tersebut.

Cara pemakaian buku bahan Novena Ekaristi ini:
1. Novena Ekaristi diadakan dalam seluruh Misa Kudus di Paroki, baik hari Sabtu maupun Minggu, dari tanggal 24/25 April s/d 19/20 Juni 2010.
2. Novena Ekaristi di paroki-paroki se KAS ini memiliki 9 buah tema yang menjabarkan tema umum Terlibat Berbagi Berkat. Tema umum tersebut dijabarkan dalam 9 kali Novena yang mengajak umat beriman untuk mensyukuri peristiwa-peristiwa pokok selama 70 tahun perjalanan umat Allah di KAS.
3. Novena Ekaristi di paroki-paroki tersebut tetap menggunakan bacaan-bacaan sesuai penanggalan liturgi hari-hari Minggu selama Novena Ekaristi ini.
4. Dari rumus umum Misa mingguan, pada Misa Novena Ekaristi di paroki-paroki tersebut,
a. Yang diubah hanyalah: Pengantar, Doa Pembuka, Doa Umat, Doa Persiapan Persembahan, dan Doa Sesudah Komuni
b. Yang ditambahkan ialah Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang yang didoakan bersama setelah komuni umat selesai.

Catatan: penyesuaian untuk bagian pengantar, dan doa-doa presidensial itu (Doa Pembuka, Doa Persiapan Persembahan, dan Doa Sesudah Komuni), ataupun Doa Umat dimungkinkan!
5. Tim-tim Liturgi diharapkan terlibat aktif untuk memilih lagu-lagu untuk Misa Novena ini sendiri. Penambahan atau penyesuaian bagian-bagian lain sejauh diperbolehkan oleh norma liturgi Gereja sangat disarankan!
6. Disediakan pula teks Novena Ekaristi dalam bahasa Jawa yang segera akan disusulkan.


Minggu I: 24/25 April 2010 – Minggu Paskah IV
Tema: Syukur atas suburnya panggilan imam, biarawan/wati

Pengantar
Hari ini kita memasuki Novena Tahun Syukur yang pertama dengan tema “Syukur atas suburnya panggilan imam, biarawan/wati”. Dalam Novena ini, kita diajak mensyukuri suburnya panggilan sebagai imam, bruder, dan suster di Keuskupan kita. Hal ini tentu tidak terlepas dari peran para perintis Keuskupan kita yang telah meletakkan dasar yang amat kokoh bagi suburnya panggilan. Salah satu tokoh tersebut adalah Mgr. P. Willekens yang mendirikan Seminari Tinggi St. Paulus untuk mendidik calon-calon imam yang menjadi tulang punggung Gereja, tidak hanya Gereja KAS tetapi Gereja Indonesia. Selain itu, beliau juga mendirikan Kongregasi Suster-suster Abdi Kristus. Dalam perkembangan selanjutnya, panggilan menjadi imam, bruder, suster semakin pesat. Suburnya panggilan tersebut sungguh mencerminkan betapa Tuhan senantiasa menggembalakan Gereja-Nya.

Doa Pembuka
Allah Bapa gembala kami, kami bersyukur atas tumbuh suburnya panggilan menjadi imam, biarawan-biarawati. Melalui merekalah, Engkau senantiasa menggembalakan dan menuntun kami, domba-domba-Mu. Semoga Engkau selalu mendampingi dan menguatkan mereka dalam tugas perutusan mereka. Ketuklah hati para pemuda-pemudi untuk menanggapi panggilan-Mu menjadi imam, biarawan-biarawati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I. Saudara-saudari, marilah kita bersyukur kepada Bapa atas suburnya panggilan imam dan biarawan-biarawati di Keuskupan Agung Semarang. Maka kini dengan mantap hati kita berdoa kepada Allah Bapa kita:

L. Marilah berdoa bagi Sri Paus, para uskup, para imam, dan biarawan-biarawati:
Bapa yang mahabaik, semoga Engkau selalu menguatkan mereka dalam menjalankan karya bagi Gereja sehingga mereka dapat bertahan dalam pelbagai cobaan dan memiliki daya juang serta daya tahan yang bersumber dari Ekaristi.
Marilah memohon dan berserah:
U. Hanya kepada-Mu, Sang Gembala Kekal, kami percayakan panggilan mereka.

L. Marilah berdoa bagi pemimpin bangsa-bangsa dan pemerintahan:
Bapa sumber kebijaksanaan, limpahkanlah rahmat bagi mereka dalam menentukan berbagai kebijakan supaya apa yang diputuskan sungguh menghasilkan kesejahteraan masyarakat.
Marilah memohon dan berserah:
U. Hanya kepada-Mu, Sang Gembala Kekal, kami percayakan panggilan mereka.

L. Marilah berdoa bagi segenap umat Allah yang masih mencari kepastian panggilan khusus:
Bapa sumber kesempurnaan, berilah mereka rahmat supaya mereka membuka hati untuk mendengarkan panggilan-Mu dan menyerahkan hidup mereka secara khusus bagi-Mu.
Marilah memohon dan berserah:
U. Hanya kepada-Mu, Sang Gembala Kekal, kami percayakan panggilan mereka.

L. Marilah berdoa bagi kita yang berkumpul di sekitar Altar ini:
Bapa sumber kebijaksanaan, doronglah kami untuk mengambil bagian dalam tugas perutusan-Mu untuk mewartakan kabar gembira kepada setiap orang yang ada di sekitar kami.
Marilah memohon dan berserah:
U. Hanya kepada-Mu, Sang Gembala Kekal, kami percayakan panggilan kami.

I. Bapa, demikianlah doa-doa permohonan kami. Kami serahkan hidup dan panggilan kami kepada-Mu. Semoga dari waktu ke waktu, panggilan imam dan biarawan-biarawati di Keuskupan Agung Semarang semakin bertumbuh subur. Demi Kristus Tuhan Sang Gembala Baik kami, kini dan sepanjang masa.
U. Amin.

Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa sumber cinta kasih, Engkau membahagiakan kami dengan misteri Paskah Putra-Mu. Kami mohon, semoga karya penebusan-Mu menjadi pokok sukacita abadi bagi kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.


Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai)

Allah Bapa Maha Pemurah,
kami bersyukur kepada-Mu
sebab Engkau senantiasa membimbing kami,
seluruh umat-Mu di Keuskupan Agung Semarang,
untuk bersahabat dengan-Mu,
mengangkat martabat pribadi manusia,
dan melestarikan keutuhan ciptaan.
Terlebih kami bersyukur kepada-Mu
atas habitus baru dalam paguyuban-paguyuban di tengah umat-Mu,
yang menumbuhkembangkan semangat berbagi.
Kami juga bersyukur atas keluarga-keluarga
yang menjadi basis hidup beriman,
atas anak-anak, remaja dan kaum muda
yang semakin terlibat dalam pengembangan umat,
dan segala upaya pemberdayaan saudara-saudari kami
yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.
Bersama Bunda Maria,
hamba-Mu dan bunda kami,
kami mohon,
utuslah Roh Kudus-Mu
untuk melanjutkan pekerjaan baik yang telah Engkau mulai di tengah kami
agar kami dapat menjadi saksi budaya kasih dan kebenaran-Mu
bagi masyarakat dan lingkungan hidup kami.
Doa syukur dan permohonan ini
kami hunjukkan kepada-Mu
dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.



Doa sesudah komuni
Tuhan Allah kami yang mahabaik, kami bersyukur atas santapan surgawi yang telah kami terima. Semoga dalam hidup sehari-hari kami sanggup mewartakan kabar sukacita-Mu kepada semua orang, hingga akhirnya kami boleh berkumpul kembali dalam Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.



Minggu II: 1/2 Mei 2010 – Minggu Paskah V
Tema: Syukur atas Pewartaan Injil lewat karya pendidikan, kesehatan, dan sosial

Pengantar
Hari ini kita memasuki Novena Tahun Syukur yang kedua dengan tema “Syukur atas Pewartaan Injil lewat karya pendidikan, kesehatan dan sosial”. Karya pendidikan, kesehatan dan sosial dapat menjadi sarana untuk mewujudkan iman yang diharapkan membuahkan transformasi sosial. Rm. van Lith memakai sarana pendidikan untuk menjalankan misinya dan menanamkan kualitas hidup yang baik bagi orang-orang yang nantinya menjadi cikal bakal umat Katolik di Keuskupan kita. Seiring dengan usaha Rm. van Lith, Joseph dan Julius Schmutzer memberi perhatian pada bidang kesehatan dan sosial dengan merintis pendirian Rumah Sakit dan pabrik gula di Gondanglipura. Apa yang telah mereka tanam tersebut, kini sudah menghasilkan buah yang melimpah sehingga amat pantas kita syukuri dan kita kembangkan terus menerus. Melalui karya pelayanan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial, kita berusaha mewujudkan amanat kasih bagi semua orang terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir.

Doa Pembuka
Ya Bapa, Engkau memperhatikan umat-Mu melalui Putera-Mu yang selalu mengajar dan menyelamatkan kami. Secara khusus, kami ingin bersyukur Engkau telah mengutus orang-orang yang berkarya dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial. Dengan karya-karya itu, mereka mewartakan cinta kasih-Mu sendiri yang menyelamatkan kami. Semoga karya dan teladan mereka, tetap menjadi nyala api semangat bagi kami dalam hidup sesuai dengan sabda kebenaran-Mu sendiri. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I: Marilah kita berdoa kepada Bapa atas anugerah-Nya yang telah mempercayakan begitu banyak karya pendidikan dan kesehatan serta karya sosial bagi keuskupan kita:

L: Bagi Sri Paus, para Uskup, para Imam
Semoga, mereka senantiasa memberikan perhatian dan dukungan terhadap karya-karya pendidikan, kesehatan dan sosial sehingga cinta kasih-Mu menjadi nyata dalam hidup kami. Kami mohon:

L: Bagi para pemimpin bangsa-bangsa
Ya Bapa, bukalah hati dan budi mereka, agar semakin memperhatikan pelayanan dan fasilitas pendidikan dan kesehatan bagi seluruh masyarakat tanpa pilih kasih. Kami mohon:

L: Bagi mereka yang berkarya di bidang pendidikan, kesehatan
dan sosial
Bapa yang penuh kasih, dampingilah dan kuatkanlah mereka dalam karya pelayanan mereka agar menghasilkan buah yang nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kami mohon:

L: Bagi kami semua yang hadir di sini,
Kami bersyukur atas kesempatan mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan serta lingkungan sosial yang mengembangkan diri kami. Kami mohon beranikanlah kami untuk memberi perhatian kepada mereka yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang layak. Kami mohon:

I: Ya Tuhan Allah Bapa yang mahabaik, Engkau pendidik yang sejati, semoga segala upaya dalam karya pendidikan, kesehatan dan sosial kami menjadi sarana untuk semakin melayani umat dan memuliakan nama-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantar kami.

Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa sumber sukacita abadi, terimalah kiranya persembahan Gereja-Mu, yang sedang bergembira dan kurniakanlah sukacita abadi kepada kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah Komuni
Allah Bapa Gembala Kekal, kami mengucap syukur atas Sabda dan Ekaristi-Mu yang kudus. Semoga berkat perayaan ini, kami terpanggil untuk giat mewartakan sabda kebenaran-Mu dengan meneruskan karya-karya para perintis di Keuskupan kami demi semakin banyaknya jiwa-jiwa yang terselamatkan. Dan semoga kami nanti Engkau gabungkan dalam perjamuan surgawi. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.



Minggu III: 9/10 Mei 2010 – Minggu Paskah VI
Tema: Syukur Kekatolikan dan Keindonesiaan
Gereja Keuskupan Agung Semarang

Pengantar
Sewaktu menjadi Vikaris Apostolik dan Uskup Agung Semarang, Mgr. Alb. Soegijapranata, SJ memberikan warisan hidup sebagai orang beriman Katolik di Indonesia yang amat mendalam. Beliau menegaskan dan memberi teladan bagaimana menghayati iman sebagai orang yang 100% Katolik dan 100% Indonesia. Artinya, orang Indonesia yang menjadi Katolik harus sungguh-sungguh mengabdi Tuhan sekaligus sungguh-sungguh terlibat dalam hidup berbangsa dan bernegara. Maka, dalam Novena yang ketiga ini, kita pun diajak untuk bersyukur atas sikap hidup beriman yang telah ditanamkan dan mengakar kuat dalam hidup Gereja sampai saat ini. Bacaan Injil hari ini juga menegaskan pesan Kristus yaitu bahwa cinta kasih dan kedamaian harus menjadi program hidup kita. Inilah hal pertama dan utama yang harus kita perjuangkan sebagai orang beriman dan orang hidup di tengah-tengah masyarakat yang plural di segala bidang kehidupan.


Doa Pembuka
Allah Bapa yang kekal dan kuasa, kami bersyukur atas karya para gembala kami, khususnya Mgr. Albertus Soegijapranata, SJ yang membawa kami untuk semakin menjadi warga negara yang baik dan warga Gereja yang hidup. Semoga kami selalu memiliki jiwa dan semangat dalam mengabdi Engkau dan masyarakat kami sebagai tanggapan akan sabda-Mu yang menjadi penuntun langkah hidup kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I: Allah Bapa Yang Mahakasih memampukan kita untuk semakin mencintai iman dan semangat nasionalisme kebangsaan kita, maka marilah kita bersatu dan berdoa kepada-Nya:

L: Bagi Sri Paus, para uskup, para imam, dan para pewarta sabda:
Penuhilah mereka ya Bapa dengan rahmat dan terang Roh Kudus-Mu sehingga setiap sabda yang mereka wartakan membawa kami semakin mencintai kekatolikan dan kebangsaan kami,
Kami mohon:

U Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami tidak hanya mendengar dan berbicara, tetapi juga berani bertindak.

L: Bagi keluarga-keluarga kami,
Ya Bapa, kami bersyukur atas keluarga yang telah Engkau berikan kepada kami. Penuhilah keluarga kami dengan rahmat dan anugerah-Mu, semoga keluarga kami sungguh menjadi tempat persemaian yang subur bagi nilai-nilai kekatolikan dan semangat kebangsaan kami.
Kami mohon:

U Utuslah Roh Kudus-Mu agar mereka tidak hanya mendengar dan berbicara, tetapi juga berani bertindak.

L: Kami berdoa bagi mereka yang hidup di daerah terpencil
Ya Bapa, berkatilah saudara-i kami yang masih hidup di daerah terpencil. Teguhkanlah perjuangan mereka dalam menghidupi iman dan semangat cinta pada tanah air melalui kesetiaan mereka dalam menjaga alam lingkungan hidup.
Kami mohon:

U Utuslah Roh Kudus-Mu agar mereka yang berada dalam keterbatasan tetap berani bertindak.

L: Bagi kami di sekitar altar ini
Ya Bapa, terangilah kami selalu dengan Roh-Mu agar kami semakin terbuka dan berani memperjuangkan kebaikan masyarakat sebagai perwujudan cinta kami kepada-Mu.
Kami mohon:

U Utuslah Roh Kudus-Mu agar kami tidak hanya mendengar dan berbicara, tetapi juga berani bertindak.

- Saat hening, menghaturkan ujub pribadi…. -

I: Allah Bapa di surga, dengarkanlah dan kabulkanlah doa-doa kami, semoga kami semakin mencintai dan menghidupi iman kami dengan terlibat bagi kebaikan masyarakat kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.


Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa sumber cinta kasih, berilah kami kerukunan berkat roti anggur ini, dan perkenankanlah Roh-Mu mendampingi kami selalu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah komuni
Bapa yang mahabaik, pujian syukur atas perjamuan yang menyelamatkan ini. Teguhkanlah kami sebagai putra-putri-Mu yang giat terlibat dalam pengembangan Gereja dan Bangsa kami, agar kami selalu setia akan kebenaran yang akan Engkau anugerahkan sepenuhnya dalam Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.



Minggu IV: 15/16 Mei 2010 – Minggu Paskah VII
Tema: Syukur atas Tumbuh & Berkembangnya Kemandirian
Gereja Keuskupan Agung Semarang

Pengantar
Dekrit Konsili Vatikan II tentang Kegiatan Misioner Gereja artikel 15, menegaskan bahwa, “Jemaat Kristiani sejak semula harus dibina sedemikian rupa, sehingga sedapat mungkin mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan sendiri”. Pesan ini diterjemahkan oleh Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono dengan membangun Gereja KAS sebagai Gereja yang mandiri, Gereja yang meng-umat dan berswasembada dalam usaha dan dana. Dengan cita-cita ini, Bapak Kardinal mengembangkan kegiatan APP dan berbagai macam gerakan solidaritas yang sampai sekarang masih kita kembangkan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, kita diajak untuk menghayati hidup beriman sebagaimana diminta oleh Yesus sendiri, yaitu hidup bersatu dalam cinta kasih persaudaraan. Maka, dalam rangka bersyukur atas kemandirian Gereja kita, kita juga diajak untuk semakin berani dan bersedia berbagi kepada siapa saja. Kekuatan dan kemandirian yang kita miliki bukanlah untuk dinikmati sendiri tetapi untuk dibagikan kepada yang lain.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahabaik, kami bersyukur atas atas karya para gembala kami, khususnya Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono yang membawa kami untuk semakin mandiri dalam bersekutu sebagai Gereja-Mu. Semoga kemandirian ini selalu dijiwai oleh cinta akan Dikau yang memampukan kami untuk terbuka akan karya Roh Kudus-Mu sendiri. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I: Kita ingin bersyukur kepada Allah Bapa yang Mahakasih atas anugerah semangat kemandirian dalam Gereja di Keuskupan Agung Semarang. Bersama seluruh umat Keuskupan Agung Semarang kita berseru kepada-Nya:

L: Bagi paroki-paroki se-Keuskupan Agung Semarang,
Ya Bapa, semoga Roh-Mu sendiri menggerakkan segenap umat di paroki-paroki untuk semakin terlibat dalam karya kasih-Mu demi kemandirian paroki-paroki kami. Kami mohon:

U Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami semangat untuk terlibat bagi perkembangan gereja kami.

L: Bagi para pemimpin bangsa dan para pemimpin masyarakat,
Bapa yang mahabaik doronglah para pemimpin bangsa dan para pemimpin masyarakat untuk berjuang bersama kami dalam menciptakan masyarakat yang semakin mandiri. Kami mohon:

U Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami semangat untuk terlibat bagi perkembangan gereja kami.

L: Bagi mereka yang mengalami kegelisahan dan kebingungan serta keputusaasaan,
Ya Bapa, teguhkanlah iman, harapan, dan kasih mereka akan Yesus Kristus yang setia menyertai setiap peristiwa yang mereka alami. Kami mohon:

U Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami semangat untuk terlibat bagi perkembangan gereja kami.

L: Bagi kami semua yang hadir di sini,
Ya Bapa, penuhilah kami dengan Roh Kudus agar kami berani untuk terlibat dalam pewartaan Injil-Mu melalui berbagai karya pelayanan yang ada di paroki dan masyarakat kami. Kami mohon:

U Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami semangat untuk terlibat bagi perkembangan gereja kami.

L: Marilah kita berdoa bagi ujud-ujud pribadi kita
Bagi doa-doa dan ujud-pribadi kita masing-masing….(hening sebentar)

Kami mohon:

U Tumbuhkanlah senantiasa dalam hati kami semangat untuk terlibat bagi perkembangan gereja kami.

I: Bapa yang Mahabaik, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu agar dalam setiap langkah dan keputusan hidup kami, kami senantiasa memancarkan kehadiran-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin

Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa mahabaik, roti anggur ini akan Kauubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Demikian pula kami manusia lemah ini, Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri. Kami mohon, semoga hidup kami sesuai dengan kebenaran yang kami imani. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah Komuni:
Ya Bapa yang mahakudus, pujian syukur kami atas perjamuan Ekaristi ini. Semoga Ekaristi ini memampukan kami untuk semakin mandiri sebagai Gereja-Mu yang siap sedia menanggapi panggilan-Mu dalam doa dan karya kasih. Tuntunlah kami selalu pada jalan-Mu hingga mencapai kediaman-Mu yang abadi di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.



Minggu V: 22/23 Mei 2010 – HR. Pentekosta
Tema: Syukur atas Semangat Misioner
Gereja Keuskupan Agung Semarang

Pengantar
Pada Novena kelima ini kita diajak untuk menyadari panggilan dan perutusan kita sebagai Gereja KAS. Inilah hal penting yang juga dibuat oleh Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono, yaitu menjadikan Gereja KAS sebagai Gereja yang misioner. Sampai sekarang, KAS pun mengembangkan semangat misi ini, misalnya melalui uskup, imam, biarawan/wati, dan awam dari KAS yang diutus untuk melayani keuskupan-keuskupan lain di Indonesia atau yang diutus sebagai misionaris dan pimpinan tarekat internasional. Kita bersyukur karena Gereja KAS selalu membuka diri akan dorongan dan bimbingan Roh Kudus. Semoga, kita pun semakin terbuka akan bimbingan Roh Kudus itu, yang merupakan Roh Misioner bagi kita. Roh Kudus senantiasa menyertai kita dalam bersaksi dan menjalankan tugas perutusan kita sehingga kita tetap mempunyai keberanian dan kebijaksanaan kendati ada aneka macam hambatan dan tantangan.


Doa Pembuka
Allah Bapa Mahabaik, kami bersyukur atas karya para gembala kami, khususnya Bapak Kardinal Justinus Darmojuwono yang membawa kami untuk semakin menjadi Gereja yang misioner. Semoga karena Roh Kudus yang telah Engkau curahkan, kami tergerak untuk selalu mewartakan karya kasih dan penyelamatan-Mu sendiri, sebagaimana telah nyata dalam diri Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I. Allah Bapa telah mengutus Roh Kudus kepada seluruh Gereja demi keselamatan umat manusia. Roh Kudus selalu menyertai setiap perjuangan kita dalam mewartakan sabda kebenaran Allah. Maka marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita:

L. Bagi para gembala Gereja dan segenap imam, biarawan dan biarawati:
Bapa, dorong dan teguhkanlah iman dan kepercayaan segenap gembala Gereja dan biarawan-biarawati dalam mewartakan sabda-Mu dimanapun mereka berkarya.
Marilah kita mohon:
U. Utuslah Roh Kudus-Mu ya Tuhan, berkatilah mereka agar setia pada-Mu.

L. Bagi segenap pemimpin bangsa dan pemerintahan:
Bapa, dorong dan mantapkanlah hati segenap pemimpin bangsa dan pemerintahan agar selalu mengusahakan dan membina damai sejahtera serta kerukunan di tengah masyarakat.
Marilah kita mohon:
U. Utuslah Roh Kudus-Mu ya Tuhan, berkatilah mereka agar setia pada-Mu.

L. Bagi semua orang yang hidup dalam situasi memprihatinkan, di tengah bencana alam, peperangan, atau konflik:
Bapa, anugerahkanlah kepada mereka keteguhan iman, pengharapan dan kasih untuk selalu menghadirkan kasih keselamatan-Mu bagi sesama.
Marilah kita mohon:
U. Utuslah Roh Kudus-Mu ya Tuhan, berkatilah mereka agar setia pada-Mu.

L. Bagi segenap umat Allah Keuskupan Agung Semarang yang berkarya di luar wilayah Keuskupan Agung Semarang:
Bapa, kobarkanlah selalu semangat misioner dalam diri mereka demi semakin banyaknya jiwa-jiwa yang diselamatkan.
Marilah kita mohon:
U. Utuslah Roh Kudus-Mu ya Tuhan, berkatilah mereka agar setia pada-Mu.

L. Kami berdoa bagi kami segenap umat Allah Keuskupan Agung Semarang yang berkumpul di sekitar Altar ini:
……………………hening sejenak……………………
Marilah kita mohon:
U. Utuslah Roh Kudus-Mu ya Tuhan, berkatilah kami agar setia pada-Mu.

I. Allah Bapa yang Mahakudus, dengarkanlah dan kabulkanlah permohonan kami segenap umat Gereja Keuskupan Agung Semarang. Utuslah Roh Kudus-Mu untuk selalu menjiwai setiap langkah kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.

Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah menerima persembahan ini sebagai lambang kesediaan kami untuk saling melayani menurut teladan Putra-Mu yang telah wafat dan bangkit guna menganugerahkan kedamaian kepada kami. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.


Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah komuni
Allah Bapa maha pengasih, kami mengucap syukur atas perayaan sakramen cinta kasih ini. Semoga berkat Ekaristi ini, kami didorong oleh daya Roh Kudus untuk tekun berjuang dan bersemangat misioner dalam mewartakan karya penyelamatan-Mu. Perkenankanlah kami pada akhirnya nanti ikut menikmati keselamatan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.




Minggu VI: 22/23 Mei 2010 – HR. Tritunggal Mahakudus
Tema: Syukur atas Keterlibatan Gereja KAS
dalam Masyarakat

Pengantar
Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Gereja merupakan persekutuan umat beriman yang mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya (GS 1). Gagasan ini secara khusus diperjuangkan oleh Bapak Kardinal Darmaatmadja dalam beberapa kali ARDAS yang menekankan pentingnya Gereja yang memasyarakat. Dalam perspektif iman kristiani, perutusan Gereja untuk memasyarakat atau terlibat aktif dalam hidup masyarakat dapat ditarik dari jati diri kita sebagai orang yang sudah dibaptis. Kita dibaptis “demi nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus”. Pada saat itulah, kita mempersembahkan diri kita kepada Tritunggal Mahakudus. Oleh karena itu, pada Novena keenam yang bertepatan dengan Hari Raya Tritunggal Mahakudus ini, kita diajak untuk mensyukuri kesatuan kita dengan Tritunggal sekaligus menyadari bahwa kita pun diutus untuk membina kesatuan dan memupuk kerukunan di tengah masyarakat, seperti yang terdapat pada Bapa, Putera dan Roh Kudus.


Doa Pembuka
Allah Bapa mahabaik, tanamkanlah sabda-Mu ke dalam hati kami, agar oleh karenanya karya-karya tritunggal-Mu selalu kami hayati dan kami jadikan sumber kekuatan untuk semakin terlibat dalam pengembangan masyarakat kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I: Allah Bapa selalu menyertai dan membimbing Gereja dalam karya pelayanannya dan keterlibatannya di masyarakat. Marilah dengan penuh iman kita berdoa:

L: Bagi seluruh umat Keuskupan Agung Semarang
Ya Bapa tinggallah dalam diri kami masing-masing, agar kami dapat menjadi tanda persatuan cinta kasih Bapa, Putra dan Roh Kudus yang mewujud dalam keterlibatan kami membangun masyarakat di sekitar kami.
Kami mohon:

U Semoga Tri Tunggal Mahakudus menjiwai karya pelayanan umat-Mu.

L: Bagi Nusa dan Bangsa kami Indonesia,
Ya Bapa, semoga rahmat kasih-Mu membuat Nusa Bangsa kami semakin mencerminkan Kerajaan-Mu sendiri yang menyelamatkan.
Kami mohon ya Bapa:

U Semoga Tri Tunggal Mahakudus menjiwai karya pelayanan umat-Mu.

L: Bagi yang miskin dan terlantar
Ya Bapa, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu agar semangat kepedulian yang dikembangkan di Keuskupan Agung Semarang kepada orang-orang yang miskin, lemah dan tersingkir, senantiasa tumbuh dan terwujud nyata dalam hidup kami sehari-hari.
Kami mohon ya Bapa:

U Semoga Tri Tunggal Mahakudus menjiwai karya pelayanan umat-Mu.

L: Bagi paroki kami
Ya Tri Tunggal Mahakudus, bimbinglah hati dan pikiran umat di paroki kami untuk membina persaudaraan dan persatuan dalam iman, sehingga orang-orang yang kami layani dapat menemukan kehadiran-Mu sendiri dalam karya dan perbuatan, serta tutur kata kami.
Kami mohon ya Bapa:

U Semoga Tri Tunggal Mahakudus menjiwai karya pelayanan umat-Mu.
- Saat hening, menghaturkan ujub pribadi…. –

L: Bagi doa dan ujud-ujud pribadi kami, Kami mohon ya Bapa:

U Semoga Tri Tunggal Mahakuuds menjiwai karya pelayanan umat-Mu.

I: Ya Tri Tunggal Mahakudus, semoga semangat pelayanan dan keterlibatan umat-Mu di Keuskupan Agung Semarang di dalam masryakat kami, menjadi kesaksian yang hidup akan kehadiran-Mu. Kepada-Mu ya Bapa, Putra dan Roh Kudus, pujian, hormat dan permohonan kami lambungkan kini dan sepanjang segala masa.
U Amin.

Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa sumber kehidupan, tunjukkanlah penyelenggaraan-Mu terhadap kami dalam roti dan anggur ini, dalam diri Yesus, sabda-Mu yang menghidupkan dan menghidupi kami. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.


Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah komuni:
Allah Bapa Mahakuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas sabda dan Tubuh Darah Kristus Putra-Mu yang kami terima dalam perayaan ini. Semoga berkat daya Roh Kudus-Mu, kami kini dan kelak, sehati dan sesuara, dengan tak henti-hentinya memaklumkan keagungan-Mu di tengah-tengah masyarakat kami, sepanjang masa. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.




Minggu VII: 5/6 Juni 2010 – HR. Tubuh & Darah Kristus
Tema: Syukur atas Persaudaraan Sejati dalam Paguyuban Umat Beriman di Keuskupan Agung Semarang

Pengantar
Dalam Novena ketujuh yang bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini, kita diajak merenungkan bahwa salah satu pengikat utama communio dalam Gereja adalah Ekaristi. Sebab, dalam komuni, kita menerima Tubuh Kristus, Sang Roti Hidup. “Roti itu adalah satu, maka kita, sekalipun banyak adalah satu tubuh karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu” (1Kor 10:17). Semoga Injil memberi inspirasi bagi kita: ketika melihat orang banyak yang kelaparan, para murid justru mengusulkan kepada Yesus supaya mereka disuruh pergi dan mencari makan sendiri-sendiri. Akan tetapi, Yesus justru meminta para murid untuk mengumpulkan mereka secara berkelompok dan memberi mereka makan. Semoga, perayaan Tubuh dan Darah Kristus ini membuat kita semakin mampu beryukur atas paguyuban dan persaudaraan sejati yang telah kita bangun selama ini sekaligus untuk semakin meningkatkannya menjadi peguyuban-paguyuban yang semakin Ekaristis dengan mengembangkan semangat berbagi.


Doa Pembuka
Allah Bapa mahapengasih dan penyayang, semoga dengan merayakan sakramen Ekaristi yang mengagumkan ini, hidup kami pun pantas menjadi kurban yang berkenan kepada-Mu dan semakin bertumbuh sebagai Gereja yang adalah persekutuan paguyuban umat beriman. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat
I. Tuhan Yesus telah bersabda, setiap kali dua-tiga orang berkumpul dalam nama-Nya, Dia akan hadir di tengah-tengah kita. Maka bersama seluruh persekutuan paguyuban umat beriman di Keuskupan Agung Semarang, marilah kita berdoa kepada Allah Bapa kita:

L. Bagi Sri Paus, para uskup, seluruh imam, dan biarawan-biarawati:
Bapa, semoga persekutuan mereka secara pribadi dengan-Mu setiap kali menerima Ekaristi Kudus sungguh nampak dalam hidup mereka sehari-hari melalui karya dan pelayanan mereka bagi tumbuh dan berkembangnya paguyuban-paguyuban umat beriman.
Kami mohon:
U. Teguhkanlah mereka agar tidak goyah, tetapi giat berpaguyuban dalam pekerjaan-Mu.

L. Bagi mereka yang mengusahakan kecukupan pangan untuk masyarakat di negeri kami:
Bapa, semoga mereka yang terlibat dalam usaha pemenuhan kecukupan pangan dapat bekerja bersama dan saling bersinergi untuk memenuhi tujuan kecukupan dan pemerataan kebutuhan pangan bagi masyarakat di negeri kami.
Kami mohon:
U. Teguhkanlah mereka agar tidak goyah, tetapi giat berpaguyuban dalam pekerjaan-Mu.

L. Bagi seluruh persekutuan paguyuban di Gereja Keuskupan Agung Semarang:
Bapa, semoga persekutuan paguyuban umat beriman di Gereja Keuskupan Agung Semarang semakin dikuatkan dengan Ekaristi sebagai pusat hidup sehingga dapat tumbuh subur dan berkembang menjawab berbagai tantangan dan kebutuhan umat.
Kami mohon:
U. Teguhkanlah kami agar tidak goyah, tetapi giat berpaguyuban dalam pekerjaan-Mu.

L. Bagi seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Semarang:
Bapa, semoga semangat Ekaristi senantiasa menjiwai setiap karya dan pelayanan kami demi tumbuh dan berkembangnya paguyuban umat beriman di Keuskupan Agung Semarang.
Kami mohon:
U. Teguhkanlah kami agar tidak goyah, tetapi giat berpaguyuban dalam pekerjaan-Mu.

L. Bagi kami yang berkumpul di sekitar Altar ini:
……………………hening sejenak……………………
Kami mohon:
U. Teguhkanlah kami agar tidak goyah, tetapi giat berpaguyuban dalam pekerjaan-Mu.

I. Bapa kami yang Mahakudus, kami persembahkan seluruh doa ini kepada-Mu. Semoga karenanya kami hidup rukun, damai, dan saling meneguhkan di dalam komunitas dan masyarakat kami. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.
U. Amin.


Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa Mahamulia, berkenanlah menguduskan persembahan ini dengan Roh-Mu, dan perkenankanlah kami memandang kemuliaan Putra-Mu terkasih. Dialah Tuhan dan pengantara kami kini dan sepanjang segala masa.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah Komuni:
Ya Bapa, kami telah mendengar sabda kebenaran dan menerima Tubuh Putra-Mu sebagai tanda limpahnya karunia-Mu. Semoga Sabda dan Ekaristi kudus ini semakin memampukan kami untuk berbagi hidup dengan sesama kami, di dalam paguyuban-paguyuban pengharapan, sambil terus menantikan kepenuhan keselamatan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.



Minggu VIII: 12/13 Juni 2010 – Minggu Biasa XI
Tema: Syukur atas Pelayanan yang Rendah Hati
dan Murah Hati

Pengantar
Kerendahan hati merupakan keutamaan dasar yang sangat dibutuhkan untuk menumbuh-suburkan keutamaan-keutamaan lain. Oleh karena itu, Mgr. Ignatius Suharyo, dengan mottonya “Aku melayani Tuhan dengan segala rendah hati” mengajak seluruh umat Allah di Keuskupan Agung Semarang untuk menampakkan wajah Gereja yang rendah hati dan murah hati. Hari ini, Tuhan secara khusus juga menunjukkan teladan kemurahan hati-Nya yang tiada tara dengan mengampuni seorang perempuan yang terkenal sebagai orang berdosa sehingga “dosanya yang begitu banyak telah diampuni sebab Ia telah banyak berbuat kasih” (Luk 7:47). Semoga, kerendahanhati dan kemurahan hati Allah melalui Putera-Nya, Yesus Kristus itu membuat kita semakin mampu bersyukur dan mewujudkan syukur itu secara nyata dengan cara menampakkan wajah Gereja kita sebagai Gereja yang rendah hati dan murah hati.


Doa Pembuka
Allah Bapa Mahapengasih, hanya oleh karena kasih-Mulah kami Kauhimpun sebagai umat kudus bagi-Mu. Semoga kasih dan kemurahan hati-Mu menjadi daya kekuatan kami untuk selalu berani melayani sesama kami dengan tulus dan rendah hati. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.

Doa Umat:
I. Saudara-saudari, Allah sungguh mahabaik. Dia Allah yang murah hati dan penuh kasih. Atas kepercayaan ini marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita:

L. Bagi mereka yang menjadi pelayan umat dan masyarakat:
Bapa yang murah hati, semoga setiap karya pelayanan mereka selalu didasari oleh semangat pelayanan yang rendah hati dan murah hati.
Kami mohon:
U. Penuhilah hati mereka dengan kerendahan hati dan kemurahan hati.

L. Bagi mereka yang menjadi penggiat persekutuan paguyuban umat beriman di Keuskupan Agung Semarang:
Ya Bapa, semoga Engkau senantiasa hadir untuk meneguhkan ketika mereka menghadapi tantangan dan cobaan dalam setiap usaha menggiatkan persekutuan paguyuban.
Datanglah ya Roh Kudus:
U. Penuhilah hati mereka dengan kerendahan hati dan kemurahan hati.

L. Bapa yang murah hati, kami berdoa bagi anak-anak, remaja, dan kaum muda di Keuskupan Agung Semarang:
Semoga sebagai Gereja masa depan, anak-anak, remaja, dan kaum muda kami berani terlibat dalam kehidupan sesama, khususnya mereka yang mengalami kesulitan dan ketidakberuntungan.
Datanglah ya Roh Kudus:
U. Penuhilah hati mereka dengan kerendahan hati dan kemurahan hati.

L. Bapa yang murah hati, kami berdoa bagi kami, umat di Gereja Keuskupan Agung Semarang:
Semoga kami, umat Gereja Keuskupan Agung Semarang hidup dalam iman yang menyelamatkan, senantiasa percaya pada Kristus, dan mempersilakan hidup-Nya berkembang dalam diri kami sehingga kami dapat memancarkan kasih Kristus melalui karya dan hidup kami sehari-hari.
Datanglah ya Roh Kudus:
U. Penuhilah hati kami dengan kerendahan hati dan kemurahan hati.

I. Bapa yang murah hati, segala sesuatu yang baik datang daripada-Mu. Lihatlah kami dan berkenanlah menjiwai kami dengan rahmat pelayanan dengan kerendahan hati dan kemurahan hati dalam perjalanan menuju kepada-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U. Amin.


Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa mahasempurna, kuduskanlah kiranya persembahan ini dan terimalah dengan murah hati. Semoga berkat rahmat-Mu kami menjadi persembahan sempurna bagi-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah komuni:
Allah Bapa yang maharahim, oleh karena belas kasih-Mulah kami Kauangkat sebagai anak-anak-Mu yang terkasih. Semoga berkat Ekaristi kudus ini kami boleh percaya dan berharap akan belas kasih-Mu yang amat agung itu, sehingga kami pun selalu siap sedia dalam melayani sesama kami dengan tulus dan rendah hati. Satukanlah kami nanti pada saatnya dalam Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.



Minggu IX: 19/20 Juni 2010 – Minggu Biasa XII
Tema: Syukur atas Tata Penggembalaan yang Melibatkan, Mengembangkan, Mencerdaskan, dan Memberdayakan

Pengantar
ARDAS 2006-2010 bercita-cita untuk mengembangkan pola penggembalaan yang mencerdaskan umat beriman, melibatkan perempuan dan laki-laki, memberdayakan paguyuban-paguyuban pengharapan, memajukan kerjasama dengan semua yang berkehendak baik, serta melestarikan keutuhan ciptaan. Dengan cita-cita ini, seluruh umat Allah Keuskupan Agung Semarang berusaha untuk terlibat dan dilibatkan secara aktif dalam membangun habitus baru berdasarkan semangat Injil (bdk. Mat 5-7). Pertanyaan Yesus pada para murid dalam bacaan Injil hari ini kiranya merupakan sebuah pertanyaan yang bukan pertama-tama untuk menguji kecerdasan para murid tetapi yang lebih penting adalah untuk menguji sejauh mana selama mengikuti Yesus mereka sungguh terlibat dalam hidup-Nya sehingga benar-benar mengenal Dia. Memang, untuk terlibat dalam hidup Yesus dibutuhkan kecerdasan dan kebijaksanaan tersendiri sehingga kita dapat melaksanakan tuntutan-Nya, “Barangsiapa ingin menjadi pengikut-Ku, harus menyangkal diri, memikul salibnya setiap hari dan mengikuti Aku” (Luk 9:23). Marilah, dalam Novena kesembilan ini, kita bersyukur atas upaya-upaya untuk semakin melibatkan, mengembangkan, mencerdaskan dan memberdayakan seluruh umat dalam kehidupan menggereja sekaligus menyambut tantangan Yesus untuk menjadi pengikut-Nya secara cerdas demi semakin berkembangnya iman kita.

Doa Pembuka
Allah Bapa Mahapengasih, seperti Putra-Mu yang tunggal menderita demi melaksanakan kehendak-Mu, buatlah kami pun mampu untuk taat kepada-Mu dalam perjuangan kami yang semakin melibatkan, memberdayakan dan mencerdaskan sesama kami. Dengan pengantaraan Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang segala masa.


Doa Umat
I: Saudara-saudara, Allah Bapa sangat berkenan apabila kita saling membantu dan terlibat dalam kehidupan pelayanan Gereja. Marilah kita berdoa dengan penuh iman kepada Allah Bapa kita:

L: Bagi Sri Paus, para uskup, khususnya uskup-uskup yang telah menggembalakan keuskupan kami,
Ya Bapa, berkatilah Sri Paus dan para uskup, semoga berani meneladani Kristus putra Almasih, yang harus menderita banyak. Semoga dengan teladan Kristus ini, Sri Paus dan para uskup semakin melibatkan, mengembangkan, mencerdaskan dan memberdayakan umat dalam karya penggembalaan mereka.
Kami mohon:

L: Bagi para karyawan dan seluruh pekerja khususnya di Keuskupan Agung Semarang
Ya Bapa berilah mereka semangat pelayanan yang tulus dan setia, agar Gereja-Mu senantiasa menjadi saksi keselamatan Putra-Mu yang mengembangkan, melibatkan, mengembangkan, mencerdaskan dan memberdayakan masyarakat semuanya.
Kami mohon:

L: Bagi para penderita sakit dan cacat yang kurang mendapat tempat di masyarkat.
Ya Bapa, penuhilah semangat dalam hati mereka, agar senantiasa menghadapi segala situasi dalam hidup mereka dengan penuh semangat dan kegembiaraan.
Kami mohon:

L: Bagi kami yang berhimpun di sekitar altar ini
Kami mohon rahmat-Mu agar kami semakin hari semakin membangun diri kami menjadi pribadi yang berani keluar dari diri kami untuk terlibat bersama orang lain, dalam karya dan tugas kami masing-masing dalam masyarakat maupun gereja.
Kami mohon:

L: Marilah hening sejenak menghaturkan doa-doa permohonan pribadi kita dalam hati
-------hening sejenak------

I: Allah Bapa yang Mahakasih, demikian doa-doa ungkapan hati kami kepada-Mu. Semoga umat-Mu dapat saling melibatkan dalam karya penggembalaan di Keuskupan Agung Semarang ini, dan berkatilah kami semua. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U Amin


Doa Persiapan Persembahan
Allah Bapa mahakudus, kami mohon berkatilah dan kuduskanlah roti anggur persembahan ini, agar kami selalu Kaujaga dan Kaulindungi dengan cinta kasih-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Doa Syukur Umat Allah Keuskupan Agung Semarang
(didoakan bersama setelah komuni umat selesai) lihat halaman…….

Doa sesudah komuni:
Allah Bapa yang Maharahim, kami bersyukur kepada-Mu atas santapan surgawi yang kami terima. Semoga santapan suci ini mendorong kami untuk mampu selalu melibatkan, memberdayakan dan mencerdaskan sesama kami dalam mendengarkan dan melaksanakan sabda-Mu. Semoga kami sehati sejiwa berziarah menuju tanah air sejati. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

Rabu, 21 April 2010

DOA PANGGILAN SEDUNIA

Tema:
Kesaksian Membangkitkan Panggilan

Kepada yang terkasih:
Saudara-saudaraku para Uskup dan para Imam, dan
Saudara-saudari seiman sekalian.


Hari Doa Panggilan Sedunia yang ke 47, yang akan dirayakan pada hari Minggu Paskah ke IV – sering kali disebut Hari Minggu Gembala Yang Baik – tgl. 25 April 2010, memberi saya kesempatan untuk menyampaikan sebuah permenungan dengan tema yang kiranya sangat cocok untuk Tahun Imam pada tahun ini, yaitu: Kesaksian Membangkitkan Panggilan. Buah usaha keras kita untuk mempromosikan panggilan pertama-tama bergantung pada tindakan bebas Allah semata. Namun demikian pengalaman pastoral menunjukkan bahwa promosi panggilan ini dapat dibantu melalui kualitas dan kedalaman kesaksian baik personal maupun komunal dari mereka yang telah menjawabi panggilan Tuhan baik dalam pelayanan imamat maupun hidup bakti, karena kesaksian hidup mereka mampu membangkitkan dalam diri orang lain suatu keinginan untuk menanggapi panggilan Kristus dengan tulus hati. Dengan demikian tema ini bertalian erat dengan kehidupan dan tugas perutusan para imam dan kaum religius. Oleh karena itu saya ingin mengajak semua orang yang telah dipanggil oleh Tuhan untuk bekerja di kebun anggur-Nya, untuk membaharui kesetiaan jawaban mereka, khususnya pada Tahun Imam ini sebagaimana yang sudah saya promulgasikan pada Peringatan 150 Tahun Wafatnya St. Yohanes Maria Vianney, seorang Pastor (Curẻ) dari Ars, sebagai model yang tak lekang waktu bagi seorang imam dan gembala.

Dalam Perjanjian Lama para nabi sadar bahwa mereka dipanggil untuk memberi kesaksian melalui kehidupan mereka sendiri pesan yang harus mereka wartakan. Dan mereka dipersiapkan untuk menghadapi kesalah-pahaman, penolakan dan pengejaran terhadap mereka. Tugas yang Allah percayakan kepada mereka sangat menuntut komitmen mereka bagaikan “api yang menyala-nyala” dalam hati mereka, suatu api yang tak dapat dipadamkan (bdk. Yer 20:9). Hasilnya, mereka sebenarnya dipersiapkan untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, bukan hanya kata-kata tetapi juga seluruh diri mereka. Hingga pada kepenuhan waktu, Tuhan Yesus diutus oleh Bapa-Nya (bdk.Yoh 5:36) untuk memberi kesaksian tentang kasih Allah bagi seluruh bangsa manusia, tanpa membeda-bedakan, khususnya perhatian terhadap mereka yang paling kecil, kaum pendosa, kaum tersingkirkan dan kaum miskin. Yesus adalah Saksi yang Paling Agung bagi Allah dan bagi tugas keselamatan bagi semua orang. Dan menjelang akhir masa yang baru itu, Yohanes Pembaptis, dengan membaktikan seluruh hidupnya untuk mempersiapkan jalan bagi Kristus, memberi kesaksian bahwa janji-janji Allah sesungguhnya telah terpenuhi dalam diri Putra Maria dari Nasaret. Ketika Yohanes melihat Yesus datang ke sungai Yordan dimana ia sedang membaptis, ia menunjukkan Yesus kepada para muridnya sebagai “Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia” (Yoh 1:29). Kesaksiannya begitu efektif sehingga membuat dua muridnya “mendengarkan dia, dan mengikuti Yesus” (Yoh 1:37).

Demikian juga panggilan St. Petrus, sebagaimana kita baca dalam Injil Yohanes. Panggilannya terjadi berkat kesaksian saudaranya Andreas, yang telah bertemu sendiri dengan Sang Guru dan menerima ajakan-Nya untuk tinggal bersama Dia. Andreas merasa bahwa ada suatu kebutuhan untuk segera disampaikan kepada Petrus apa yang baru saja dia temukan dengan “tinggal” bersama dengan Tuhan: “Kami telah menemukan Mesias (yang berarti Kristus). Kemudian ia membawa Petrus kepada Yesus” (Yoh 1:41-42). Hal yang sama terjadi pada diri Natanael atau Bartolomeus. Syukurlah berkat kesaksian murid yang lain, Filipus, dengan penuh sukacita menceritakan kepada Petrus tentang penemuan yang besar itu: “Kami telah menemukan Dia yang disebut oleh Musa dalam Kitab Taurat dan oleh para Nabi, yaitu Yesus dari Nasaret anak Yusuf” (Yoh 1:45). Inisiatif Allah yang bebas dan simpatik tersebut menuntut tanggung-jawab semua orang yang telah menerima undangan-Nya untuk menjadi sarana panggilan ilahi-Nya, melalui kesaksian mereka sendiri. Hal ini juga terjadi dalam Gereja saat ini: Tuhan menggunakan kesaksian para imam yang tetap setia terhadap tugas perutusan mereka agar dapat membangkitkan panggilan imam dan religius yang baru demi pelayanan umat Allah. Karena alasan inilah, saya ingin menunjukkan tiga aspek kehidupan dari seorang imam yang saya pandang sangat hakiki untuk kesaksian imamat yang efektif.

Aspek pertama dan yang paling mendasar, dan ini dapat dilihat dalam setiap panggilan imamat dan hidup bakti, yaitu persahabatan dengan Yesus. Yesus selalu tinggal dalam persekutuan dengan Bapa dan inilah yang membuat para murid semakin penasaran untuk memiliki pengalaman yang sama. Dari Dia-lah para murid belajar untuk tinggal dalam persekutuan dan komunikasi timbal-balik (dialogue) yang tak pernah putus dengan Allah. Jika seorang imam itu adalah “manusia Allah” (man of God), yaitu seseorang yang menjadi milik Allah dan membantu sesamanya untuk mengenal dan mengasihi Dia; maka ia tidak akan merasa sia-sia untuk menghayati kemesraan yang mendalam dengan Allah, tinggal dalam kasihNya dan siap sedia mendengarkan firmanNya. Doa adalah bentuk pertama kesaksian yang dapat membangkitkan panggilan. Sama seperti Rasul Andreas, yang menyampaikan kepada saudaranya bahwa dia telah melihat Sang Guru, demikian pula setiap orang yang ingin menjadi seorang murid dan saksi Kristus harus “telah melihat” Dia secara pribadi, yaitu mengenal Dia, belajar mengasihi Dia dan tinggal bersama Dia.

Aspek kedua yang termasuk dalam pengudusan hidup imamat dan hidup bakti adalah penyerahan diri seutuhnya kepada Allah. Rasul Yohanes menulis: “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya untuk kita; jadi kita-pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita” (1 Yoh 3:16). Dengan firman ini, Rasul Yohanes mengajak para murid untuk masuk ke dalam pikiran Yesus yang dalam seluruh hidupNya hanya melakukan kehendak Bapa hingga sampai menyerahkan hidupNya di atas Salib. Di sinilah kasih Allah dinyatakan secara penuh; yaitu kasih yang telah mengalahkan kegelapan setan, dosa dan kematian. Kisah Yesus pada Perjamuan Terakhir: Dia bangkit dari meja perjamuan, menanggalkan jubahNya, mengambil kain (lenan) dan mengikatkannya pada pinggangNya, dan Ia membungkuk untuk membasuh kaki para muridNya. Kisah ini mau mengungkapkan makna pelayanan dan pemberian Diri seutuhnya, demi ketaatanNya kepada kehendak Bapa (bdk. Yoh 13:3-15).

Dalam mengikuti Yesus, setiap orang dipanggil kepada suatu pengudusan hidup secara sangat khusus untuk memberi kesaksian bahwa ia telah menyerahkan diri seutuhnya kepada Allah. Inilah yang pada gilirannya menjadi sumber kekuatannya untuk memberi diri kepada mereka yang telah dipercayakan oleh Sang Penyelenggara Illahi dalam pelayanan pastoral secara penuh. Ini adalah suatu pengabdian yang terus menerus dan dengan gembira menjadi rekan dalam perjalanan bagi banyak saudara. Demikian juga dengan penyerahan diri memampukan mereka membuka diri terhadap perjumpaan dengan Kristus, supaya FirmanNya menjadi suluh bagi langkah mereka. Kisah tentang setiap panggilan hampir selalu kait-mengait dengan kesaksian seorang imam yang dengan senang hati menghidupi anugerah yang ada pada dirinya kepada saudara-saudarinya demi Kerajaan Allah. Terjadi demikian karena kehadiran dan kata-kata seorang imam mempunyai kekuatan untuk membangkitkan pertanyaan-pertanyaan dan bahkan mampu menghantar kepada suatu keputusan final (bdk. Yohanes Paulus II, Himbauan Apostolik, Pastores Dabo Vobis, 39).

Aspek ketiga yang memberikan ciri khas pribadi seorang imam dan religius adalah hidup dalam persekutuan. Yesus menunjukkan bahwa tanda bagi seseorang yang ingin menjadi seorang murid adalah persekutuan yang mendalam dalam kasih: “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh 13:35). Dengan cara hidupnya yang khusus, seorang imam harus menjadi sosok pribadi persekutuan (man of communion): terbuka bagi semua orang, mampu menyatukan semua orang yang telah Tuhan percayakan kepadanya menjadi satu kawanan peziarah, membantu mengatasi aneka perpecahan, mampu memulihkan keretakan, mampu menangani konflik dan kesalah-pahaman, mampu mengampuni kesalahan-kesalahan. Pada bulan Juli 2005, ketika saya berbicara kepada kaum klerus di Aosta, saya menegaskan bahwa jika kaum muda melihat para imam mereka menjauh dan nampak murung, mereka tidak mungkin dapat mengikuti teladannya. Mereka akan tetap ragu-ragu jika mereka diajak untuk merenungkan tentang kehidupan seorang imam seperti itu. Sebaliknya, mereka ingin melihat contoh konkrit persekutuan hidup yang mengungkapkan keindahan menjadi seorang imam. Hanya dengan cara demikian kaum muda akan mengatakan, “Ya, yang ini mungkin menjadi masa depan saya; saya rasa mampu menghayati hidup seperti ini” (Insegnamenti I, [2005], 354). Konsili Vatikan II, yang berbicara tentang kesaksian yang membangkitkan panggilan, menekankan contoh kasih dan kerjasama fraternal yang harus ditawarkan oleh seorang imam (bdk. Dekrit Optatam Totius, 2).

Di sini saya ingin mengingatkan kembali kata-kata pendahulu saya, Venerabilis Yohanes Paulus II: “Kehidupan yang paling hakiki dari para imam, pengabdian mereka kepada kawanan Allah tanpa syarat, kesaksian pelayanan kasih kepada Tuhan dan kepada Gereja-Nya – suatu kesaksian yang ditandai oleh penerimaan secara bebas akan Salib dalam semangat pengharapan dan kegembiraan Paskah – kesatuan dan semangat persaudaraan demi pewartaan Injil kepada dunia adalah faktor utama dan paling meyakinkan untuk pertumbuhan panggilan” (Pastores Dabo Vobis, 41). Dapat dikatakan bahwa panggilan imam lahir karena kontak dengan para imam, bagaikan suatu harta peninggalan yang berharga diwariskan melalui kata, teladan dan seluruh gaya hidupnya.

Hal serupa dapat berlaku untuk hidup bakti. Hakikat hidup kaum religius pria dan wanita adalah mewartakan kasih Kristus kapan saja ketika mereka mengikuti Kristus dengan ketaatan penuh terhadap Injil dan dengan senang hati mendasarkan pertimbangan dan perbuatan mereka menurut ketentuan Injil. Mereka menjadi “simbol pertentangan” dunia, karena pola pikir dunia kerap kali dipengaruhi oleh materialisme, egoisme dan individualisme. Dengan membiarkan diri dipenuhi oleh Allah melalui penyangkalan diri, maka kesetiaan dan kekuatan kesaksian mereka secara terus-menerus akan membangkitkan dalam hati banyak orang muda keinginan untuk mengikuti Kristus dengan tulus dan sepenuh hati. Mengikuti Kristus yang murni, miskin dan taat, dan menyerupai Dia adalah cita-cita hidup bakti, yaitu suatu kesaksian tentang supremasi Allah yang tak terbatas dalam hidup dan sejarah manusia.

Setiap imam, setiap religius, yang setia terhadap panggilannya, memancarkan kegembiraan dalam melayani Kristus dan akan menarik semua orang Kristen untuk menanggapi panggilan universal kepada kekudusan. Konsekwensinya, agar dapat mendukung panggilan untuk pelayanan imam dan hidup bakti, dan agar lebih efektif dalam mempromosikan kejelian panggilan, maka tak mungkin kita mampu melakukan itu semua tanpa contoh nyata atau teladan dari mereka yang telah mengatakan “ya” kepada Allah dan rencana-Nya bagi kehidupan masing-masing individu. Kesaksian pribadi, dalam aneka bentuk pilihan hidup yang konkrit, akan mendukung kaum muda untuk mengambil keputusan penting demi menentukan masa depan mereka. Kaum muda yang ingin memilih jalan ini perlu memiliki ketrampilan untuk bergumul dan berdialog agar dengan ketrampilan-ketrampilan tersebut mereka mampu menerangi dan mendampingi, terlebih lagi teladan kehidupan nyata dalam menghayati suatu panggilan. Inilah yang dilakukan oleh Pastor (Curẻ) kudus dari Ars: dia selalu mengadakan kontak yang akrab dengan umat parokinya, mendidik mereka “pertama-tama melalui kesaksian hidupnya. Hanya dari teladan hidupnya, kaum beriman belajar berdoa” (Surat Promulgasi Tahun Imam, 16 Juni 2009).

Semoga Hari Doa Sedunia Untuk Panggilan ini sekali lagi mampu menawarkan bagi banyak kaum muda kesempatan untuk merenungkan panggilan mereka dan tetap setia pada panggilannya dalam kesederhanaan, keyakinan iman dan keterbukaan diri secara penuh. Semoga Perawan Maria, Bunda Gereja, memperhatikan setiap benih panggilan di dalam lubuk hati orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk mengikuti Dia secara lebih dekat, semoga dia membantu benih panggilan ini tumbuh menjadi pohon yang besar, menghasilkan buah-buah kebaikan secara berlimpah bagi Gereja dan bagi seluruh bangsa manusia. Melalui doa ini saya sertakan Berkat Apostolikku bagi kamu semua.

Paus Benediktus XVI


Jumat, 09 April 2010

KATEKISMUS DAN AJARAN SOSIAL GEREJA

Pengin tahu kekayaan iman Gereja Katolik? Ada sebuah kompendium yang membuat berbagai macam kekayaan iman dari Gereja Katolik, yang menjadi bagian dari imannya kepada Allah yang Esa. Iman yang menyelamatkan. Iman yang membawa orang yang memilikinya semakin mengalami kesempurnaan hidup karena senantiasa menempatkan hidup dan seluruh harapan dan kasihnya kepada jalan yang dikehendaki Allah, yaitu mewujudkan keselamatan di dunia ini. Mewujudkan keselamatan di dunia ini adalah dengan menjadi berkat bagi sesama, serta semakin berbuat baik dan benar kepada apapun dan siapapun. sebab, Allah menghendaki seluruh ciptaan-Nya selamat dan hidup sejahtera, bukan karena agama, melainkan karena imannya kepada Allah.

Di samping itu, juga ada ajaran-ajaran Gereja yang bersifat sosial, lebih-lebih terkait dengan keprihatinan-keprihatinan yang ada di tengah-tengah masyarakat dunia dewasa ini. Semoga semakin membuat anda diperkaya di dalam iman dan perbuatan, untuk menunjukkan kasih-Nya dan sayang-Nya kepada seluruh umat manusia dan alam ciptaan-Nya.


KATEKISMUS01.doc
KATEKISMUS02.doc
KATEKISMUS03.doc
atau,
KATEKISMUS GEREJA KATOLIK.PDF

Sedangkan, tentang ajaran sosial Gereja, silahkan unduh di sini:
KUMPULAN AJARAN SOSIAL GEREJA.PDF

DOKUMEN KONSILI VATIKAN II

Salah satu dokumen penting dalam kehidupan Gereja Katolik adalah DOKUMEN KONSILI VATIKAN II, yang merupakan buah dari sidang Gereja Katolik seluruh dunia pada tahun 1963-1965. Dalam dokumen yang dihasilkan ini, tampak begitu banyak pembaharuan di dalam kehidupan Gereja Katolik, terlebih bagaiaman secara internal mengembangkan signifikansi hidup Gereja, dan secara eksternal, membangun cara hidup yang semakin relevan dengan dunia, dimana Gereja hidup dan menginjakkan kakinya.

untuk semakin jelasnya, bagaimana Gereja membarui diri dan terlibat dalam hidup di dunia ini, untuk menyatakan kehendak Allah atas dunia, dan keselamatan-Nya atas seluruh ciptaan, silahkan anda mendownload atau mengunduh artikel-artikel dokumen konsili vatikan II, di bawah ini:

1. KATA PENGANTAR
2. DAFTAR ISI KONSILI VATIKAN
3. KONSTITUSI "SACROSANCTUM CONCILIUM" TENTANG LITURGI SUCI
4. DEKRIT "INTER MIRIFICA" TENTANG UPAYA-UPAYA KOMUNIKASI SOSIAL
5. KONSTITUSI DOGMATIS "LUMEN GENTIUM" TENTANG GEREJA
6. DEKRIT "ORIENTALIUM ECCLESIARUM" TENTANG GEREJA-GEREJA TIMUR KATOLIK
7. DEKRIT "UNITATIS REDINTEGRATION" TENTANG EKUMENISME
8. DEKRIT "CHRISTUS DOMINUS" TENTANG TUGAS PASTORAL PARA USKUP DALAM GEREJA
9. DEKRIT "PERFECTAE CARITATIS" TENTANG PEMBAHARUAN DAN PENYESUAIAN HIDUP RELIGIUS
10. DEKRIT "OPTATAM TOTIUS" TENTANG PEMBINAAN IMAM
11. PERNYATAAN "GRA VISSIMUM EDUCATIONIS" TENTANG PENDIDIKAN KRISTEN
12. PERNYATAAN "NOSTRA AETATE" TENTANG HUBUNGAN GEREJA DENGAN AGAMA-AGAMA BUKAN KRISTEN
13. KONSTITUSI DOGMATIS "DEI VERBUM" TENTANG WAHYU ILAHI
14. DEKRIT APOSTOLICAM ACTUOSITATEM TENTANG KERASULAN AWAM
15. PERNYATAAN "DIGNITATIS HUMANAE" TENTANG KEBEBASAN BERAGAMA
16. DEKRIT "AD GENTES" TENTANG KEGIATAN MISIONER GEREJA
17. DEKRIT "PRESBYTERORUM ORDINIS" TENTANG PELAYANAN DAN KEHIDUPAN PARA IMAM
18. KONSTITUSI PASTORAL "GAUDIUM ET SPES" TENTANG GEREJA DALAM DUNIA MODERN
19. INDEKS ANALITIS