Selasa, 03 Januari 2012

“MENDIDIK KAWULA MUDA DENGAN KEADILAN DAN DAMAI”.

PESAN PAUS BENEDIKTUS XVI
DALAM RANGKA PERAYAAN HARI PERDAMAIAN SEDUNIAI JANUARI 2012

MENDIDIK KAWULA MUDA DENGAN KEADILAN DAN DAMAI.

1. Permulaan sebuah tahun baru, yang adalah pemberian Tuhan pada kemanusiaan, mendorongku untuk menyebarkan pada semua, hasrat hatiku yang baik dengan penuh keyakinan dan perasaan. Masa yang ada di hadapan kita sekarang ini mungkin ditandai dengan keadilan dan damai secara kongkrit.Dengan sikap yang bagaimanakah kita menyongsong tahun baru itu? Kita menemukan sebuah gambaran yang indah dalam kitab Mazmur 130. Pemazmur mengatakan bahwa orang yang beriman menunggu Tuhan “lebih dari penjaga menantikan fajar” (ayat 6). Mereka menunggunya dengan harapan yang teguh karena mereka tahu bahwa dia akan membawa cahaya, belas kasih, dan keselamatan.
Penantian ini lahir dari pengalaman bangsa yang terpilih, yang menyadari bahwa Allah mengajar mereka untuk memandang dunia dalam kebenarannya dan tidak dikuasai oleh goncangan-goncangan. Saya mengundangmu untuk menatap tahun 2012 dengan sikap kepasrahan yang penuh keyakinan. Adalah tepat bahwa tahun yang sedang berakhir telah ditandai oleh rasa frustasi yang memuncak terhadap krisis yang datang mencekam masyarakat, dunia perburuhan dan ekonomi, sebuah krisis yang akarnya yang utama adalah bersifat budaya dan antropologis. Tampaknya seolah-olah ada sebuah bayangan telah melingkupi masa kita, mencegah kita untuk melihat dengan jelas terang dari hari itu.
Namun dalam bayangan ini, hati manusiawi kita terus menunggu fajar yang diucapkan oleh pemazmur itu. Karena harapan itu sangat kuat dan terbukti terutama di kalangan orang muda. Pikiranku mengarah pada mereka dan pada sumbangan yang dapat dan harus mereka buat kepada masyarakat. Karena itu saya ingin mengkhususkan pesan ini dalam rangka Hari Damai Se-dunia yang XVI pada tema pendidikan: “Mendidik Kawula Muda dengan Keadilan dan Damai.” Dengan suatu keyakinan kawula muda, dengan idealisme dan kegairahannya, dapat menawarkan sebuah harapan baru kepada dunia.

Pekan Doa Sedunia Untuk Kesatuan Umat Kristiani

KEMENANGAN TUHAN KITA YESUS KRISTUS MENGUBAH HIDUP KITA
(bdk 1 Korintus 15:51-58)

Pekan Doa Sedunia untuk Kesatuan Umat Kristiani 18-25 Januari 2012
In Memoriam Mgr. Eleuterio Francesco Fortino

Tema PDS tahun ini adalah “Kemenangan Tuhan kita Yesus Kristus Mengubah Hidup Kita” (bdk 1Kor 15:51-58). Kita mau mempertimbangkan nasib mereka yang tidak menang dalam kehidupan: siapa yang mau memikirkan pihak yang kalah, mereka terus-menerus menderita kekalahankarena mereka tidak diberi kemenangan dalam berbagai kondisi dan keadaan?
Ketika murid-murid Yesus bersengketa atas “siapa yang terbesar” (Mrk 9:34), mereka berpikir soal “kalah” dan “menang”. Tapi reaksi Yesus sangat sederhana: “Barang siapa ingin menjadi yang pertama harus menjadi yang terakhir dan pelayan dari semua” (Mrk 9:35). Sabda ini berbicara tentang kemenangan melalui pelayanan bersama, membantu dan meningkatkan harga diri mereka yang “terakhir”, terlupakan dan tersingkirkan.
Bagi Umat Kristiani, ekspresi terbaik pelayanan rendah hati adalah seperti Yesus Kristus: kemenangan-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dalam kehidupan, pengajaran, penderitaan, kematian dan kebangkitan-Nya kitaingin mencari inspirasi untuk hidup berkemenangan dalam iman yang dinyatakan dalam komitmen social dengan semangat kerendahan hati, pelayanan dan kesetiaan kepada Injil. Ketika Dia menunggu penderitaan dan kematian-Nya, Ia berdoa agar murid-murid-Nya bisa menjadi satu supaya dunia percaya (Yoh 17:21). “Kemenangan” ini hanya mungkin terjadi melalui transformasi dan pertobatan.
Doa untuk kesatuan tentu memerlukan pembaharuan. Kesatuan yang kita doakan bukan hanya sekedar gagasan “nyaman” atas keramahan dan kerjasama. Untuk itu, persaingan di antara kita harus dibuang. Kita harus membuka diri satu sama lain, saling menawarkan dan menerima anugerah satu sama lain, sehingga kita benar-benar masuk dalam kehidupan baru dalam Kristus, sebagai kemenangan sejati. Kematian dan kebangkitan Kristus merangkul semua, terlepas dari menang atau kalah, “bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (Yoh 3:15).