Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

The Flower of Dragon Fruit atau Buah Naga

Salah satu tanaman yang menarik di pasturan Kartasura adalah buah naga. Malam itu (09 Januari 2010) tanaman itu sedang berbunga. Ternyata bunga dari buah naga ini begitu indah dan mengagumkan. Iseng-iseng saya memotret bunga itu menggunakan kamera digital merk Sony DSC-W150 superSteadyShot. Lumayan juga hasil gambarnya.



Apa sih Buah Naga itu?

Buah naga atau dragon fruit memang belum lama dikenal, dibudidayakan, dan diusahakan di Indonesia. Tanaman dengan buahnya berwarna merah dan bersisik hijau ini merupakan pendatang baru bagi dunia pertanian dan merupakan salah satu peluang usaha yang menjanjikan dan pengembangan tanaman buah naga sangat bagus dibudidayakan didaerah tropis.

Nama buah naga atau dragon fruit mungkin disebabkan buah ini memiliki warna merah menyala dan memiliki kulit dengan sirip hijau yang mirip dengan sosok naga dalam imajinasi dinegara China. Dulu masyarakat China kuno sering menyajikan buah ini dengan meletakkannya diantara dua ekor patung naga di atas meja altar dan dipercaya akan mendatangkan berkah.

Seperti di daerah asalnya Mexico dan Amerika, meskipun awalnya tanaman ini ditujukan untuk tanamanan hias dalam perkembangannya masyarakat Vietnam mulai mengembangkan sebagai tanaman buah, karena memang bukan hanya dapat dimakan, rasa buah ini juga enak dan memiliki kandungan yang bermanfaat dan berkhasiat. Maka tanaman ini mulai dibudidayakan dikebun-kebun sebagai tanaman yang diambil buahnya.

Buah naga masuk atau mulai dikenal di Indonesia sekitar tahun 2000, dan bukan dari budidaya sendiri melainkan di impor dari Thailand. Padahal pembudidayaan tanaman ini relatif mudah dan iklim tropis di Indonesia sangat mendukung pengembangannya.

Tanaman ini mulai dikembangkan sekitar tahun 2001, dibeberapa daerah di Jawa Timur di antaranya Mojokerto, Pasuruan, Jember dan sekitarnya. Tetapi sampai saat inipun areal penanaman buah naga masih bisa dibilang sedikit dan hanya ada di daerah tertentu karena memang masih tergolong langka dan belum dikenal masyarakat luas.







Klasifikasi Buah Naga

Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji)
Subdivisi : Agiospermae (berbiji tertutup)
Kelas : Dicotyledonae (berkeping dua)
Ordo : Cactales
Famili : Cactaceae
Subfamily : Hylocereanea
Genus : Hylocereus
Species : - Hylocereus undatus (daging putih)
- Hylocereus polyrhizus ( daging merah)
- Hylocereus costaricensis (daging merah super)
- Selenicereus megalanthus (kulit kuning, tanpa sisik)

Buah naga termasuk kelompok tanaman kaktus atau family Cactaceae dan subfamily Hylocereanea. Termasuk genus Hylocereus yang terdiri dari dari beberapa species, dan diantaranya adalah buah naga yang biasa dibudidayakan dan bernilai komersial.





Morfologi Buah Naga.

Tanaman buah naga merupakan jenis tanaman memanjat. Di habitat aslinya tanaman ini memanjat tanaman lainnya untuk menopang dan bersifat epifit masih bisa hidup meskipun akarnya yang ditanah dicabut karena masih bisa memperoleh makanan dari udara melalui akar yang tumbuh dibatangnya. Secara morfologis tanaman ini termasuk tanaman tidak lengkap karena tidak memiliki daun.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut morfologi tanaman buah naga dari akar, batang dan cabang, bunga , buah dan biji :

Akar
Perakaran buah naga bersifat epifit, merambat dan menempel pada tanaman lain. Dalam pembudidayaannya, dibuat tiang penopang untuk merambatkan batang tanaman buah naga ini. Perakaran buah naga tahan terhadap kekeringan tetapi tidak tahan dalam genangan air terlalu lama. Meskipun akar dicabut dari tanah, masih bisa hidup dengan menyerap makanan dan air dari akar udara yang tumbuh pada batangnya.

Perakaran buah naga bias dikatakan dangkal, saat menjelang produksi hanya mencapai kedalaman 50-60 cm, mengikuti perpanjangan batang berwarna coklat yang didalam tanah. Hal inilah yang bias digunakan sebagai tolak ukur dalam pemupukan.

Supaya pertumbuhan akar bias normal dan baik memerlukan derajat keasaman tanah pada kondisi ideal yaitu pH 7. Apabila pH tanah dibawah 5, pertumbuhan tanaman akan menjadi lambat dan menjadi kerdil. Dalam pembudidayaannya pH tanah harus diketahui sebelum maupun sesudah tanaman ditanam, karena perakaran merupakan faktor penting untuk menyerap hara yang ada didalam tanah.

Batang dan Cabang
Batang buah naga berwarna hijau kebiru-biruan atau keunguan. Batang tersebut berbentuk siku atau segitiga dan mengandung air dalam bentuk lender dan berlapiskan lilin bila sudah dewasa. Dari batang ini tumbuh cabang yang bentuk dan warnanya sama dengan batang dan berfungsi sebagai daun untuk proses asimilasi dan mengandung kambium yang berfungsi untuk pertumbuhan tanaman. Pada batang dan cabang tanaman ini tumbuh duri-duri yang keras dan pendek. Letak duri pada tepi siku-siku batang maupun cabang dan terdiri 4-5 buah duri disetiap titik tumbuh.





Bunga
Bunga buah naga berbentuk corong memanjang berukuran sekitar 30 cm dan akan mulai mekar di sore hari dan akan mekar sempurna pada malam hari. Setelah mekar warna mahkota bunga bagian dalam putih bersih dan didalamnya terdapat benangsari berwarna kuning dan akan mengeluarkan bau yang harum.


Buah
Buah berbentuk bulat panjang dan biasanya terletak mendekati ujung cabang atau batang. Pada cabang atau batang bias tumbuh lebih dari satu dan terkadang berdekatan. Kulit buah tebal sekitar 1-2 cm dan pada permukaan kulit buah terdapat sirip atau jumbai berukuran sekitar 2 cm.

Biji
Biji berbentuk bulat berukuran kecil dan tipis tetapi sangat keras. Biji dapat digunakan perbanyakan tanaman secara generatif, tetapi cara ini jarang dilakukan karena memerlukan waktu yang lama sampai berproduksi. Biasanya biji digunakan para peneliti untuk memunculkan varietas baru. Setiap buah mengandung lebih 1000 biji.

Kamis, 07 Januari 2010

CLUB SEPEDA RIA ST MARIA

Sudah beberapa minggu ini, romo paroki dengan beberapa karyawan dan umat membangun kebiasaan baru untuk berolah raga, yaitu bersepeda. Rute yang dilalui adalah jalan-jalan di wilayah paroki Kartasura baik ke arah selatan (gereja-Kartasura 1-Gebyok-Mayang-Gawok), utara (gereja-Kartasura 3-Colomadu-Ngemplak), timur (gereka-Gembongan- Colomadu) maupun juga barat (gereja-Kartasura 2-Banyudono-Sawit). Biasanya rombongan berangkat dari gereja setelah misa harian pagi pukul 6.15 wib. Waktu yang digunakan kurang lebih satu sampai dua jam. Apabila ada di antara anda yang tergerak untuk ikut serta, silahkan gabungkan diri anda.



Tentu, tidak hanya menyegarkan tubuh supaya sehat tetapi juga menyegarkan jiwa dengan menikmati anugerah ciptaan Tuhan pada hari yang baru, di pagi hari ditemani dengan pucuk-pucuk dedaunan yang dihiasi mutiara embun berkilauan tertimpa cahaya matahari. Keindahan yang kerap kali kurang atau bahkan tidak pernah kita nikmati setiap hari saat-saat kita mulai bangun tidur sudah disibukkan oleh tuntutan dunia. Sungguh, menggagumkan ciptaan-Mu, Tuhan: Rumput yang bergoyang seakan bergembira memuji Nama-Mu, yang oleh citra-Mu sendiri jarang memuji-Mu. Bisa jadi, rumput-rumput itu mewakili manusia yang lebih disibukkan oleh dunianya. Pagi yang masih segar dengan udara yang murni belum dicampuri oleh noda dosa perbuatan manusia, yang semakin banyak mencemari alam dan hawa. Sungguh, pagi yang indah menyiratkan ciptaan-Mu yang sungguh mengagumkan dan penuh kuasa.




Seiring mentari memberikan sinarnya untuk menerangi langkah manusia. Itulah kasih Tuhan yang kekal abadi, agar manusia dalam setiap langkahnya tidak salah jalan atau tersesat, supaya apa yang dilakukan oleh manusia sungguh-sungguh menyatakan dirinya sebagai anak-anak terang dan bukan anak-anak kegelapan. Kehangatan sinarnya masih begitu ramah menyapa ari kulit tubuh, memberikan sentuhan mesra menyelimuti hati yang beku, pikiran yang kaku, dan sikap hidup yang membatu. Kehangatan kasih Allah begitu mengubah hidup manusia, seharusnya, namun acapkali manusia telah menodainya dengan kecemaran sehingga kehangatan mentari itu menjadi panas yang amat sangat dan membakar tubuh dan bahkan jiwa. Kehangatan mentari berubah menjadi panas yang menyala-nyala seakan api yang berkobar-kobar bagai neraka, yang membuat hidup manusia tidak aman, tidak tenteram, adanya hanya kegerahan, bukan kedamaian.





Semoga, alam ciptaan-Mu Tuhan, yang setiap pagi Engkau hadirkan menyadarkan manusia bahwa ciptaan-Mu sungguh indah dan memberikan kedamaian, apabila manusia tidak mencemarkannya dengan perbuatan rakus dan ketidakbijaksanaannya. Semoga, Alam yang Engkau ciptakan senantiasa mendukung dan menyadarkan manusia untuk memeliharanya sehingga dunia ini, bumi ini tetap menjadi Firdaus yang Engkau sediakan demi hidup manusia. Berkah Dalem!